Senin, 13 Juli 2020

Sparepart Mobil Eropa Itu Mahal, Mitos Atau Fakta ?

Mobil Eropa yang beredar di Indonesia pada umumnya dikategorikan mobil glamor. Biasanya memang didominasi kendaraan atau kendaraan beroda empat dengan cc atau kubikasi mesin besar. Selain itu memang performa eksterior dan interiornya glamor dan berkelas.

Tetapi permasalaannya ialah ketika orang membeli kendaraan beroda empat merek Eropa selalui dihantui  soal ketersediaan dan harga suku cadang. Hal ini dibahas oleh Tribunnews.

Mobil Eropa yang beredar di Indonesia pada umumnya dikategorikan mobil mewah Suku Cadang Mobil Eropa Itu Mahal, Mitos atau Fakta ?
Ilustrasi kendaraan beroda empat Eropa pada Gaikindo Indonesia International Auto Show 2015
di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten,
Kamis (20/8/2015). Foto : Tribunnews.

Gosip lama perihal mahalnya harga suku cadang kendaraan beroda empat Eropa terus beredar dari ekspresi ke lisan, bahkan sebagian besar penguna mobil seakan terhegemoni dengan mitos soal harga spare part yang telah jauh lebih tinggi ketimbang merek-merek Jepang. Benarkah informasi itu ?

Vice President Sales BMW Group Indonesia Jentri W Izhar menyampaikan kepada Tribunnews, bahwa harga sparepart yang mahal sulit diukur sebab sifatnya relatif.

Dia pun memberi jawaban diplomatis, bahwa untuk mengakali hal ini, selaku salah satu merek Eropa dan masuk klasifikasi premium, BMW menawarkan acara aftersales khusus bernama Service Inclusive.

”Rasanya itu cukup kami jawab dengan program BMW Service Inclusive. Ini yakni acara bebas biaya perawatan selama lima tahun atau setara 60.000 kilometer. Kami menjamin ketersediaan sparepart fast moving, sehingga konsumen bmw tidak butuhkuatir dengan ongkos servis,” kata Jentri, Kamis (3/12/2015), di Jakarta.

Secara implisit, BMW Indonesia tidak bisa mengatakan bahwa harga suku cadang kendaraan beroda empat Eropa, khususnya BMW mahal dibandingkan kendaraan beroda empat Jepang.

Selain itu, Jentri juga memastikan bahwa segmen pembeli mobil premium adalah sebagian besar orang-orang yang tidak sesnsitif dengan harga. Hal itu tebrukti dari pemasaran BMW Group Indonesia yang naik 5 persen pada 10 bulan pertama 2015, di saat pasar mobil di Indonesia turun belasan persen.

Kendati dijamin, namun Jentri juga menyatakan bahwa ada saja beberapa sparepart yang mesti dipesan, bergantung jenis dan tipe mobil. Tentu semua sparepart mampu dipesan melalui dealer, cuma ketersediaannya terbatas.

”Inden itu balik lagi terhadap ketersediaan suku cadang, apakah di Indonesia atau di Malaysia atau Jerman atau bahkan sudah tidak dibuat lagi. Apabila sudah tidak dibuat lagi, masuknya ke special order, itu lazimnya ke orang-orang yang restorasi ke mobil klasik,” ujar Jentri.

Sumber https://ghost-ships.blogspot.com


EmoticonEmoticon