Jumat, 03 Juli 2020

Terompet Sampul Alquran Berasal Dari Sisa Buatan Cv Aneka Ilmu, Ini Kronologisnya

Polisi memasang garis polisi (police line) di lapak pedagang terompet dari bahan sampul Al Quran di Glodok, Jakarta Barat, Selasa (29/12). (ANTARA/Sigid Kurniawan) Foto disedakan : Antara.

Pergantian tahun setiap tahun lazimnya dimeriahkan dengan peniupan terompet di mana-mana. Terompet ini sebagian besar terbuat dari kertas. Pergantian tahun 2015 ini ada gosip perihal terompet yang berbahan sampul Alquran yang dirilis Detik.

Sampul Alquran yang dipakai untuk materi terompet di Jawa Tengah ternyata ialah limbah percetakan CV Aneka Ilmu Semarang. Limbah tersebut ialah sisa dari proyek percetakan yang dimulai tahun 2013 silam.

Pemilik CV Aneka Ilmu Semarang, Suwanto mengatakan pihaknya menerima pesanan cetakan Quran dan Juzz Amma dari Kementerian Agama RI pada masa menteri Suryadharma Ali (SDA). Pihaknya menerima order 1. 630.000 eksemplar Quran dan 800 eksemplar Juzz Amma.

"Keseluruhan proyek itu seberat 80 ton," kata Suwanto di kantor MUI Jawa Tengah di Semarang, Rabu (30/12/2015).

Dalam pengerjaan proyek Quran seharga Rp 19.850 per eksemplar itu ternyata mengalami hambatan teknis. Suwanto mengatakan salah satu kendala alasannya belum adanya tanda tangan menteri sebab sedang ke Tanah Suci.

"Yang harusnya jadi 23 Desember hasilnya minta waktu alasannya (nunggu) tanda tangan menteri juga," jelasnya.

Setelah proyek kembali berlangsung, ternyata musibah menimpa CV Aneka Ilmu, pabrik mereka dilanda banjir. Padahal abad itu pengerjaan sudah meraih 75%. Sebagian cetakan Quran dan cetakan sampul terendam air dan rusak.

"Pas mau finishing 75% kena banjir, itu 23 Januari waktu Kiai Sahal meninggal. Pekerjaan mundur lagi. Yang kena banjir itu dua, yang telah cetakan di dalam dan cover ada yang kena banjir. Itu (yang terkena banjir) eksklusif dimusnahkan. Yang baik masih 200 ribu lembar kira-kira 2 ton lebih. Itu kita simpan dulu, siapa tahu mampu proyek lagi dari Depag, ternyata tidak dapat lagi," terangnya.

Menurut Suswanto, ada SOP atau aturan untuk memusnahkan limbah-limbah tertentu mirip Quran, cetakan dari KPU, dan yang lain adalah dengan dijadikan bubur kertas oleh pengepul, salah satunya Sunardi, warga Klaten yang telah bekerjasama dengan CV Aneka Ilmu semenjak tahun 1997.

"Kami telah punya protap (prosedur tetap) kalau ada percetakan Alquran, pemilu, atau KPU gitu yang reject dan rusak harus dibakar atau dimusnahkan masukkan dalam kolam pembuat bubur kertas lewat pengepul. Ya termasuk sama yang telah berafiliasi baik itu, Pak Sunardi," ujarnya.

Selain menyerahkan ke Sunardi untuk dijadikan bubur kertas, limbah sampul Alquran itu juga dicicil oleh CV Aneka Ilmu untuk menciptakan Alquran dan beberapa disumbangkan ke masjid-masjid. Suswanto juga terkejut saat ada limbahnya yang ramai diberitakan menjadi terompet sebab semestinya telah dimusnahkan oleh Sunardi.

"Daripada saya pikir itu terbuang, kita bikin, sumbangkan ke masjid. Kalau dibilang aku menistakan agama, aku ini Bendahara MUI Jateng, mosok aku mau mencederai. Saya malah enggak tahu apa-apa, tahunya setelah rame-rame," tutur Suswanto.

Meski merasa bukan salahnya, Suswanto tetap meminta maaf kepada penduduk muslim yang tersinggung dengan beredarnya terompet itu. Ia memastikan tidak ada bagian kesengajaan menciptakan sampul Quran menjadi terompet.

"Dalam hal ini saya merasa tidak ada bagian kesengajaan. Saya minta maaf sekali untuk seluruh umat muslim yang tersinggung. Saya sendiri juga umat muslim, mohon maaf sekali," tegasnya.

Sementara itu kuasa hukum CV Aneka Ilmu, Aan Tawli menyertakan permulaan mula terompet sampul Quran tersebut ialah saat Sunardi alias Gendon menjualnya ke beberapa orang, padahal seharusnya dijadikan bubur kertas untuk didaur ulang.

"Petugas dikala memasarkan sisa cover sudah diingatkan ke Pak Sunardi, ini cover Quran, harus secepatnya dimusnahkan. Pak Sunardi telah meyakinkan, siap," kata Aan.

Diduga Sunardi sendiri juga tidak mengetahui jika kertas yang dia jual lagi ke beberapa orang itu digunakan untuk membuat terompet.

"Pak Sunardi menyampaikan tidak tahu akan dibentuk terompet," tandasnya
Sumber https://ghost-ships.blogspot.com


EmoticonEmoticon