Tim campuran dibantu Densus 88 sedang berupaya keras melawan terorisme. Setelah ledakan bom di Sarinah Thamrin-Jakarta, aparat benar-benar melaksanakan aneka macam upaya untuk memberantas teroris. Kembali Jumat (12/2/2016) siang tadi Densus 88 menangkap tersangka teroris di Ciamis. Berita penangkapan teroris ini dirilis media setempat Warta Priangan.
![]() |
| Foto gambaran penangkapan teroris. Foto : Okezone. |
Dua tersangka teroris di Ciamis diduga terkait dengan kelompok Ali Hamka, Dadang, Daong dan Hilmi, yang tak lain para tersangka teroris yang beberapa waktu lalu ditangkap tim gabungan di tempat Cirebon dan Sumedang.
Salah seorang yang ditangkap di Ciamis dikabarkan sedang disediakan untuk menjadi pengantin (pelaku) bom bunuh diri pada penyerangan ke Markas Polda Metro Jaya. Kabarnya, info ini diperoleh dari hasil percakapan tersangka dengan Ali Hamka.
Identitas dua orang tersangka teroris di Ciamis yang ditangkap tadi siang ternyata menunjukkan keduanya bukan orang Ciamis. Yang pertama berjulukan Khumaedi bin Abdul Latif alias Hamzah alias Ami. Pria ini lahir di Pemalang, 21 Mei 1991. Pekerjaan pengangguran, dan beralamat asal di Dusun Warung Pring, Desa Warung Pring, Kecamanatan Warung Pring, Kabupaten Pemalang. Khumaedi inilah yang disiapkan untuk menjadi pengantin bom bunuh diri ke Markas Polda Metro Jaya.
Tersangka kedua bernama Lutfi Abdilah, lahir di Tasikmalaya, 28 Februari 2000. Remaja yang baru berusia 14 tahun ini aktiitas sehari-harinya sebagai santri dan sebelumnya pernah tinggal di Pondok Pesantren Anshorullah, Cisaga, Ciamis dan di Dapur Yatim, Bandung.
Kedua tersangka teroris di Ciamis itu ditangkap di Dusun Sambungjaya, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sempurna di depan rumah almarhum Fauzan Al Anshari, yang sementara waktu kemudian juga sempat dinyatakan selaku tersangka teroris.
Sampai ketika ini, berita terkait penangkapan tersangka teroris di Ciamis belum ada informasi resmi dari Kepolisian. Pihak kepolisian di Ciamis belum bisa menunjukkan informasi.
Namun demikian, warga di sekitar lokasi insiden membenarkan adanya peristiwa penangkapan.
“Benar, tadi pagi sekitar jam 10 lebih ada peristiwa penangkapan. Dua orang ditangkap. Tapi kejadiannya cepat sekali, hanya beberapa menit,” terang salah seorang warga. Untuk argumentasi keamanan, identitas para warga yang menjadi saksi mata tidak akan ditayangkan oleh Warta Priangan.
Saksi mata lainnya, masih warga sekitar, juga membenarkan adanya peristiwa penangkapan tersebut.
“Ada dua orang yang ditangkap, yang satu tinggi, yang satu lagi pendek. Yang menangkap sekitar enam orang, seluruhnya busana preman dan memegang pistol. Kejadiannya cepat sekali. Dua orang yang ditangkap dimasukkan ke dalam mobil GrandMax, plat nomor Jakarta,” terang saksi mata lain.
Menurut saksi mata, selain satu unit mobil GrandMax, abdnegara juga datang dengan dua unit sepeda motor. Kemungkinan, target tersangka teroris di Ciamis itu telah diincar semenjak malam hari. Kedua orang tersebut keluar dari Pondok Pesantren Anshorulloh lewat jalan belakang, lalu menuju jalan besar lewat gang kecil. Mereka berniat menunggu bis. Namun sesaat sebelum naik bis, mereka keburu ditangkap pegawanegeri.
Barang bukti yang diamankan yaitu tas milik tersangka bernama Khumaedi. Di dalam tas tersebut, abdnegara gabungan mendapati empat buah ketapel, satu buah sangkur brand Columbia Saber, satu buah kawat slink, dan dua bundel busur yang berisi 38 buah busur panah dari besi yang siap dipakai.

EmoticonEmoticon