![]() |
Ilustrasi mitigasi risiko. Sumber : wikimedia. |
Sadar bahwa kita tinggal di negara yang beresiko akan kesempatangempabumi yang mampu esok atau lusa, apa yang mesti kita kerjakan? Untuk gempabumi dan tsunami, solusi yang terbaik utamanya untuk Indonesia yaitu dengan mitigasi bencana.
Mitigasi bencana ialah serangkaian upaya untuk meminimalkan risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kesanggupan menghadapi bahaya bencana (Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana).
Mitigasi untuk hujan dan banjir mungkin seperti membawa payung, perbaikan atap rumah, pembenahan drainase dan lainnya. Untuk gempabumi dan tsunami sama juga dengan melaksanakan penguatan infrastruktur seperti bangunan tahan gempa dan yang lain, tetapi yang terpenting dan yang paling utama adalah kenaikan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, “Awareness and Preparedness”, dan mempertahankan perilaku tersebut. Sehingga masyarakat selalu berhati-hati dan siap menghadapi tragedi gempabumi dan tsunami.
Hujan kadang turun meskipun sebelumnya diprediksi cuaca akan cerah, dan kadang turun di ekspresi dominan kemarau, Apabila kita asumsikan membawa payung yaitu selaku langkah-langkah kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap hujan, "Apakah kita akan menjinjing payung apabila esok hari diprediksi tidak akan turun hujan?" atau lebih jauhnya "Apakah kita akan tetap menjinjing payung pada sebuah trend kemarau panjang?”.
Lebih jauh lagi, “Apabila kita sudah membawa payung tetapi ternyata hujan tidak kunjung turun, apakah kita akan menyesal dan merasa rugi sudah membawanya?”.
Coba ganti hujan dengan gempabumi untuk pertanyaan tersebut. Kaprikornus bagaimana dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap gempabumi dan tsunami ?.
Sumber https://ghost-ships.blogspot.com
EmoticonEmoticon