Tampilkan postingan dengan label Tsunami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tsunami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Januari 2021

Tsunami Di Samudra Pasifik

Sebagian besar energi seismik bumi dilepaskan disepanjang zona subduksi dan patahan (sesar) transform yang melingkari Samudra Pasifik. Kekuatan gempa dengan besaran 7,2 - 9,5 Mw sering menghantui tempat ini. Gempabumi pada zona subduksi dengan besaran mirip itu adalah yang paling mungkin untuk menciptakan tsunami (lihat disini Tsunami Tertinggi di Dunia).

Sejak tahun 1900 sejumlah tsunami mematikan telah menewaskan ribuan orang di seluruh Samudra Pasifik. Sebagai teladan gempa bumi di Chili yang menciptakan tsunami bisa melintasi Samudra Pasifik dan lebih dari dua puluh jam lalu akan membunuh orang di Jepang. Dibawah ini disuguhkan berita rekam jejak tsunami di samudra pasifik yang diakibatkan oleh gempa bumi (lihat perihal penyebab tsunami).

1. Kamchatka, Rusia (3 Februari 1923)
Pada tanggal 3 Februari 1923, gempa berkekuatan 8,3 Mw (Magnitude moment) terjadi di lepas pantai timur Kamchatka, Rusia, menciptakan tsunami setinggi 8 meter yang menyebabkan kerusakan di Kamchatka dan di Hawaii. Tsunami tersebut juga teramati di Jepang dan California.

2. Kii Peninsula, Jepang (7 Desember 1944)
Tsunami pada tahun 1944 ini disebabkan oleh besarnya gempa 8.1 Mw yang terjadi di lepas pantai tenggara Kii Peninsula, Jepang. Gempabumi dan tsunami yang dihasilkan mengakibatkan kerusakan besar dan korban jiwa. Sekitar 998 orang tewas, 2.135 orang luka berat, 26.135 rumah hancur total, 46.950 rumah rusak sebagian, dan 3.059 rumah hanyut. Tsunami tersebut juga teramati di Hawaii dan Aleutian Islands.

3. Unimak Island, Alaska ( 1 April 1946)
Pada 1 April 1946 terjadi tsunami di samudra pasifik yang disebabkan oleh gempa berkekuatan 7,3 Ms di Selatan Unimak Island, Alaska. Hawaii merupakan lokasi kerusakan terparah, dengan 159 korban tewas (96 di Hilo) serta mengakibatkan kerugian properti sebesar $ 26 juta. Di Alaska, total kerusakan properti sebesar $ 250.000, sementara di California 1 orang tewas dengan jumlah kerugian properti sebesar $ 10.000.

4. Honshu, Jepang (20 Desember 1946)
Sebuah tragedi besar berawal dari gempa berkekuatan 8.1 Mw pada tanggal 20 Desember 1946 terjadipantai selatan Honshu, Jepang dan dinikmati nyaris di seluruh bab Tengah dan Barat negara itu. Jumlah rumah yang hancur oleh gempa ini sebanyak 2.598, dan jumlah korban tewas 1.443 orang. Selain itu, 1.451 rumah hanyut oleh gelombang tsunami yang terjadi sesaat sesudah gempa terjadi. Tsunami tersebut juga teramati di California, Hawaii, dan Peru.

Sebagian besar energi seismik bumi dilepaskan disepanjang zona subduksi dan patahan  Tsunami di Samudra Pasifik
Peta tsunami di Southern Chile dan Honshu, Jepang.

5. Hokkaido, Jepang (4 Maret 1952)
Kekuatan gempa 8,1 Mw menciptakan tsunami pada tanggal 4 Maret 1952 di lepas pantai Hokkaido, Jepang yang menimbulkan kerusakan besar di Jepang (lihat penampilan Peta Jepang). 815 rumah hancur total, 1.324 rusak sebagian, 6395 rusak ringan, 14 rumah terbakar, 91 hanyut, 328 rumah dan 1.621 bangunan non-perumahan terendam banjir. Banyak kapal yang hancur, dan jalan serta jalur kereta api yang rusak. 28 orang tewas, 5 orang hilang, dan 287 orang mengalami luka-luka. Tsunami ini juga teramati di Hawaii, pantai Barat Amerika Serikat, Alaska, Peru, Kepulauan Marshall, dan Palau.

6. Kamchatka, Rusia (4 November 1952)
Kekuatan gempa 9,0 Mw pada 4 November 1952 di lepas pantai timur Kamchatka ini menciptakan gelombang setinggi 13 meter. Gelombang melanda sampai ke Kepulauan Hawaii. di Kepulauan Hawaii, kerusakan properti akhir peristiwa ini diperkirakan $ 800.000 - $ 1.000.000, beruntungnya tidak ada korban yang tewas dalam peristiwa ini. Tsunami juga menimbulkan kerusakan di pantai barat Amerika Serikat dan teramati di seluruh Basin Pasifik.

7. Aleutian Islands, Alaska (9 Maret 1957)
Pada 9 Maret 1957 di selatan Kepulauan Andreanof, Aleutian Islands, terjadi gempa dengan kekuatan 9,1 Mw yang menghasilkan tsunami dan mengakibatkan kerusakan parah di Pulau Adak. Namun, kerusakan yang paling parah (sekitar $ 5 juta) terjadi di Kepulauan Hawaii. Ada dua korban tewas secara tidak pribadi balasan peristiwa ini, yaitu seorang wartawan dan seorang pilot, dikala pesawat carteran kecil mereka jatuh di laut dekat Oahu.

8. Southern Chile (22 Mei 1960)
Gempa paling besar di samudra pasifik terjadi di Chile Selatan Pada tanggal 22 Mei 1960 dengan kekuatan 9,5 Mw. Rangkaian gempa ikutan juga terjadi selama beberapa hari. Jumlah korban jiwa terkait dengan gempa dan tsunami tersebut diperkirakan antara 490 - 5.700 orang. Menurut gosip, ada sekitar 3.000 orang yang terluka dan 717 orang hilang di Chile. Gempa utama yang menciptakan tsunami tidak cuma merusak disepanjang pantai Chile, namun juga menimbulkan banyak korban dan kerusakan properti di Hawaii dan Jepang, dan insiden itu dapat terlihat di sepanjang garis pantai di seluruh daerah Samudera Pasifik.

9. Prince William Sound, Alaska (28 Maret 1964)
Gempa berkekuatan 9,2 Mw dan tsunami menjadikan 125 korban tewas serta kerugian sebesar $ 311.000.000 ($ 84.000.000 dan 106 orang tewas di Alaska). Peristiwa ini dicicipi hampir di seluruh bagian Alaska dan di bagian barat daerah Yukon dan British Columbia. Dampak yang paling terberat yaitu di sentra Alaska Selatan. Durasi gempa diperkirakan meraih 3 menit. Rambatan vertikal terjadi seluas 525.000 km persegi. Terjadi sekitar 20 longsoran tektonik yang menciptakan tsunami. Tsunami tersebut melanda kota-kota di sepanjang Teluk Alaska, menimbulkan kerusakan serius di British Columbia, Hawaii, dan di sepanjang pantai barat AS (15 tewas), dan terlihat juga di Kuba dan Puerto Rico.

10. Honshu, Jepang (16 Mei 1968)
gempa pada 16 Mei 1968 berkekuatan 8,2 Mw di lepas pantai Pulau Honshu menjadikan kerusakan di Jepang dan menghasilkan tsunami yang teramati di Jepang dan di seluruh Basin Pasifik. Sebagai balasan dari gempa dan tsunami 52 orang meninggal dan 329 orang luka-luka; 676 rumah hancur total dan 2.994 rumah rusak sebagian; 13 rumah terbakar dan 529 rumah terendam banjir; 97 kapal hanyut dan 30 karam. Selain itu, jalan, jembatan dan tanggul pelindung juga hancur.

11. Hawaii (29 November 1975)
Pada tanggal 29 November 1975 terjadi gempa berkekuatan 7,2 Ms di pesisir selatan Pulau Hawaii yang menghasilkan tsunami lokal. Longsor tektonik balasan gempa juga tercatat di stasiun pengukur air pasang seperti di Alaska, California, Hawaii, Jepang, Kepulauan Galapagos, Peru, dan Chile. Di Hawaii, tsunami ini menimbulkan kerusakan senilai $ 1,5 juta, 2 korban jiwa, dan 19 orang luka-luka.

Berdasarkan data di atas mampu ditarik kesimpulan bahwa Alaska, Jepang, dan Chile sering menjadi lokasi sumber yang menghasilkan gempa dan tsunami besar di samudra pasifik. Data juga menunjukkan bahwa Hawaii adalah lokasi yang rentan terkena imbas dari tsunami besar yang dihasilkan di mana saja di sekitar tepi Pasifik, dan akan datang di Hawaii dalam waktu 5 - 15 jam.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Kamis, 17 Desember 2020

Tsunami Terbesar (Tertinggi) Di Dunia

Pada malam 9 Juli 1958, gempabumi sebesar 7,7 skala richter yang terjadi di sepanjang Sesar Fairweather Alaska merobohkan sekitar 30,6 juta meter kubik batuan dan es ke dalam pantai timurlaut Teluk Lituya. Massa batuan tersebut jatuh dari ketinggian sekitar 914 meter dan masuk ke dalam perairan Gilbert Inlet (lihat gambar di bawah). Akibatnya, menghasilkan tsunami setempat yang menabrak garis pantai baratdaya Gilbert Inlet.

Gelombang tsunami yang terbentuk menghantam dengan kekuatan sarat sepanjang pesisir Lituya Bay. Tinggi gelombang ini hingga mencapai ketinggian 524 meter (1720 kaki) diatas permukaan air maritim dan menyapu jutaan pohon dan makhluk hidup yang lain yang berada disepanjang Lituya Bay. Tsunami dengan tinggi gelombang 524 meter tersebut dinobatkan selaku tsunami terbesar di dunia. Kejadian tsunami yang sebesar ini umumdisebut dengan megatsunami.

Gambar Lituya Bay, tempat terjadinya tsunami paling besar (tertinggi) di dunia.

Megatsunami ialah suatu kategori tsunami yang diukur menurut atas ketinggian gelombangnya yang berada pada nilai ratusan bahkan ribuan meter. Megatsunami lebih banyak disebabkan oleh erupsi gunungapi dan longsoran massa batuan dalam jumlah yang besar. Walaupun megatsunami sungguh jarang terjadi, tetapi beliau memiliki kesempatanpenghancuran total kalau memang terjadi.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Jumat, 10 Juli 2020

Apa Penyebab Terjadinya Tsunami?

Penyebab Tsunami - Tsunami yaitu rangkaian gelombang bahari besar yang memukul garis pantai. Penyebab tsunami yang paling umum ialah gempa bumi bawah maritim. Gelombang tsunami yang terjadi akan mengaliri lautan dan menjadikan kehancuran ketika mereka mencapai daratan. Manusia sering terbunuh dan bangunan hancur dikala gelombang besar dan besar lengan berkuasa tersebut menghantam pesisir pantai. Untuk mengerti sepenuhnya bagaimana penyebab tsunami maka kita harus memiliki pemahaman perihal lempeng tektonik, gempa bumi, dan juga air.

Fakta Penting Tsunami

  1. Tsunami adalah sebuah kata yang berasal dari Jepang yang mempunyai arti "Gelombang yang Berlabuh".
  2. Gempa bumi di bawah laut yaitu penyebab utama Tsunami.
  3. Tsunami terbesar yang pernah terjadi yaitu di Lituya Bay, Alaska pada 9 Juli 1958.
  4. Tsunami paling awal terjadi di Sisilia 8.000 tahun yang kemudian.
  5. Tanah longsor dan gunung berapi juga mampu mengakibatkan tsunami.

Seperti yang sudah di jelaskan di atas, Tsunami berasal dari bahasa Jepang yang artinya "gelombang yang berlabuh" dimana istilah itu mengacu pada serangkaian gelombang bahari besar yang bergerak memukul garis pantai sampai ke pesisir. Kata "Tsunami" berasal dari Jepang sebab di negara inilah tsunami paling sering terjadi.

Gelombang tsunami bisa meraih panjang ribuan kilometer, tinggi sampai ratusan meter, dan dapat bergerak melintasi samudra dengan kecepatan hingga 800 km/jam. Tsunami juga dikenal selaku gelombang pasang, alasannya sifatnya yang besar dan berpengaruh.

 Tsunami adalah rangkaian gelombang laut besar yang menghantam garis pantai Apa Penyebab Terjadinya Tsunami?

Penyebab Tsunami

Tsunami dikategorikan selaku salah satu jenis petaka geologi yang disebabkan oleh pergerakan tiba-tiba bumi (tektonik-gempa bumi) yang terjadi di bawah laut. Seringkali Tsunami yang paling menghancurkan disebabkan oleh gempa bumi. Di beberapa masalah, penyebab tsunami bukan cuma balasan gempa bumi, namun mampu juga dari letusan gunung berapi, tanah longsor ataupun komet yang menabrak maritim. Berikut ini merupakan 3 penyebab utama terjadinya Tsunami, yakni:

1. Penyebab Tsunami Akibat Gempa Bumi
Kita pahami bahwa Bumi berada di sekeliling selusinan lempeng tektonik. Gempa bumi bawah laut terjadi ketika salah satu lempeng di bawah maritim ini bergesekan dengan lempeng yang lain pada batas lempeng Bumi.

Kedua lempeng bisa menjadi 'stuck' dikala lempeng yang lebih berat menjajal meluncur di bawah yang lempeng yang lebih ringan. Kejadian ini menjadikan kenaikan tekanan dalam proses yang dikenal sebagai subduksi.

Saat lempeng yang lebih berat terus meluncur di bawah lempeng yang lebih ringan, maka lempeng yang lebih ringan akan menekuk ke bawah. Sebuah titik dikala lempeng yang lebih ringan tidak lagi mampu mendapatkan tekanan kuat maka secara datang-tiba lempeng tersebut akan berbalik kembali ke tempat sebelumnya dan menciptakan energi (kekuatan) besar akibat pergerakan datang-tibanya tersebut.

Kekuatan luar biasa lempeng bumi yang "terhempas kembali" ini menjadikan riak besar di bawah permukaan maritim, kemudian bergerak ke atas permukaan (seperti sebuah gunung air yang sungguh besar di dalam maritim) dan berikutnya akan bergerak ke garis pantai.

2. Penyebab Tsunami Akibat Tanah Longsor
Tanah longsor akan menyebabkan tsunami saat material longsor dalam volume yang besar jatuh ke dalam air. Hal ini memiliki efek yang sama dikala kita  menjatuhkan watu besar ke dalam kolam - riak besar akan terjadi.

Ketika kejadian longsor terjadi di bahari (lihat disini penyebab tanah longsor) dan ribuan ton batuan jatuh ke laut, maka akan terjadi riak yang sangat besar, sehingga membuat gelombang pasang. Gelombang ini akan melintasi lautan sampai terjadi kontak dengan daratan dan dan karenanya terbentuklah tsunami.

3. Penyebab Tsunami Akibat Letusan Gunung Berapi
Selain gempa bumi dan tanah longsor, letusan gunung berapi juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya tsunami. Gunung berapi mampu berada juga di bawah maritim, dalam hal ini dikenal selaku gunung berapi bawah bahari.

Jika letusan gunung berapi terjadi di darat, tsunami akan cenderung disebabkan oleh material dan lahar dari gunung berapi yang mengalir ke maritim, sehingga menimbulkan riak besar air bahari.

Sedangkan jika letusan terjadi di bawah maritim, maka kekuatan letusan yang sangat besar akan mengirimkan getaran dan menimbulkan riak air. Kemudian air di maritim akan pecah menjadi gelombang yang melintasi lautan hingga bersinggungan dengan pantai. Di sinilah, tsunami terbentuk.
Sumber https://www.geologinesia.com/