Jumat, 20 Maret 2020

Politik Jual Beli Donald Trump Dalam Kebijakan Perdagangan Internasional

Kebijakan politik jual beli Donald Trump dalam rangka merealisasikan slogan kampanyenya, make America great again, seakan menjadi sumber urusan jual beli internasional dan ekonomi dunia, terutama di pertegahan tahun 2018. Kebijakan Donald Trump telah menyebabkan perang dagang antara 3 (tiga) kekuatan besar ekonomi dunia yakni Amerika Serikat, China dan Uni Eropa.

 dalam rangka mewujudkan slogan kampanyenya Politik Perdagangan Donald Trump Dalam Kebijakan Perdagangan Internasional
Ilustrasi transportasi cargo dalam jual beli internasional. Foto : Pixabay.
Dikutip dari Wikipedia, Kebijakan Tarif Trump yaitu serangkaian tarif yang dikenakan selama kepresidenan Donald Trump selaku bagian dari kebijakan ekonominya. Pada Januari 2018, Trump memberlakukan tarif pada panel surya dan mesin cuci sebesar 30% sampai 50%. Kemudian pada tahun yang sama ia mengenakan tarif impor atas baja 25% dan aluminium 10% dari sebagian besar negara. Pada 1 Juni 2018, pengenaan tarif ini diperluas terhadap Uni Eropa, Kanada, dan Meksiko. Satu-satunya negara yang tetap dikecualikan dari tarif baja dan aluminium yaitu Australia dan Argentina.

Secara terpisah, pada 6 Juli, pemerintahan Trump memutuskan tarif 25% pada 800 klasifikasi barang yang diimpor dari China senilai 50 miliar USD. Morgan Stanley memperkirakan bahwa tarif Trump untuk baja, aluminium, mesin cuci, dan panel surya, pada Maret 2018, mencakup 4,1% impor AS.
Kebijakan Tarif Trump membuat marah mitra jualan , yang kemudian membalas dengan menerapkan tarif pembalasan atas barang-barang AS. Kanada memberlakukan tarif pembalasan pada tanggal 1 Juli 2018. China menuduh AS mengawali perang jualan dan pada 6 Juli menerapkan tarif yang setara dengan 34 miliar USD yang dikenakan padanya oleh AS. India berencana untuk mengubah denda perdagangan sebesar 241 juta USD dengan baja dan aluminium India senilai 1,2 miliar USD. Negara-negara lain, mirip Australia, cemas akan konsekuensi perang dagang ini.

Tindakan proteksionisme Trump, tidak diterima dengan baik oleh sebagian besar ekonom, nyaris 80% dari 60 ekonom yang disurvei oleh Reuters yakin bahwa tarif impor baja dan aluminium akan menjadi kerugian bersih bagi perekonomian AS, dengan sisanya percaya bahwa tarif akan memiliki sedikit atau tidak berpengaruh. Tidak ada ekonom yang disurvei percaya bahwa tarif akan menguntungkan perekonomian AS. Pada Juli 2018, manajemen Trump mengumumkan akan memakai acara abad Depresi Besar, Commodity Credit Corporation, untuk membayar petani hingga 12 miliar USD. Program bantuan pemerintah ini bertujuan untuk menolong kekurangan sebab petani kehilangan penjualan di mancanegara sebab perang jualan dengan Cina, Uni Eropa, dan negara lainnya. Kebijakan Trump sudah mengakibatkan perang jualan dan mengakibatkan sentimen negatif terhadap perekonomian global.

Menelaah lebih dalam, ada beberapa hal yang melatarbelakangi kebijakan kontroversial dari Donald Trump sebagai Kepala Negara super power yang menguasai perekonomian paling besar di dunia atau sebesar 25,6 % dari total Produk Domestik Bruto dunia (IMF 2018, World Economic Outlook Database, June 6, 2018). Adalah sebagai berikut:

Pertama, berdasarkan Matthew Bey dalam opininya: How to understand Trump’s trade policy: It’s about restricting imports - www.marketwatch.com, dari semenjak 1988 pada dikala produk-produk Jepang dari mulai mobil hingga barang-barang elektronik membanjiri Amerika, Trump beropini bahwa perdagangan Amerika dengan Jepang adalah tidak adil. Karena pada ketika itu menurutnya nyaris mustahil Amerika bisa mengekspor barang-barang ke Jepang. Sehingga hal ini menyebabkan terjadinya defisit ekspor-impor antara Amerika dan Jepang. Bagi Trump jual beli yang adil yaitu dikala volume ekspor-impor dengan suatu negara ialah sebanding atau bahkan menang yang memiliki arti volume ekspor-impor mengalami surplus.  Selama ia menjadi figur publik, jauh sebelum ia menjadi seorang politikus, Trump mengeluh wacana kebijakan perdagangan Amerika dengan negara-negara dari seluruh dunia. Selalu ada dua pandangan baru inti yang mendasari keyakinannya pada perdagangan. Yang pertama adalah bahwa jual beli yaitu lomba zero-sum di mana satu-satunya tujuan yaitu mengekspor barang. Jika kita mengimpor sesuatu dari negara lain, bahkan kalau kelebihan komparatif membuatnya sangat masuk nalar bagi kita untuk melakukannya, maka negara lain sudah "menang" dan Amerika Serikat telah "hilang."

Kedua, Menurut Trump perdagangan ialah mewakili semacam lomba kebanggaan, bahkan kedewasaan. Ketika beliau mengatakan wacana perdagangan, ia hampir senantiasa mengatakan bahwa negara-negara lain, terutama China, “menertawakan kita.” Ketika Amerika, katakanlah, membeli barang-barang konsumen murah dari luar negeri, itu berarti Amerika adalah pengisap dan curang. (Paul Waldman, 2018. Reff: ">Politik Perdagangan Amerika Serikat
Kalau kita cermati lebih dalam kebijakan proteksionisme Trump disebabkan oleh dua faktor utama, ialah kesepakatan politik domestik dan faktor ekternal perebutan hegemoni internasional. Kalo kita cermati data IMF membuktikan sejak tahun 2014 China dari sisi GDP PPP telah melampaui Amerika Serikat, sebagai kekuatan ekonomi nomor datu dunia, meskipun dari sisi GDP nominal, sesuai prediksi IMF di tahun 2018 ini masih terpaut 4.000 triliyun USD dimana Amerika Serikat 19.000 Triliyun dan China 15.000 Trilyun USD. Namun yang paling menonjol perbedaan dari Amerika dengan China yakni China mengalami surplus yang cukup besar dengan Amerika, dari total nilai jual beli kedua negara selama 2017, China export 80% sedangkan Amerika export 20%. Kalo tidak dibatasi, bukan mustahil suatu saat dalam waktu yang cepat China akan menyalip Amerika selaku kekuatan ekonomi nomor 1 dania dari segi GDP nominal.

Sebagai penguasa ekonomi dunia, Amerika Serikat dikala ini diuntungkan dengan mata uang dollar Amerika Serikat selaku Foreign Reserve Currency. Sehingga walaupun trade balance negatif, tidak berpengaruh terhadap Foreign exchange reserve atau cadangan devisa. Apalagi jual beli jasa yang nyata serta net factor payment dan capital account yang masih konkret.  Sehingga bantu-membantu Current Account Deficit (CAD) Amerika masih 2.5% dari GDP dan masih tergolong aman. Angka ini seperti dan nyaris sama dengan CAD Indonesia yang diprediksi sebesar 2.5% di tahun 2018. Bahkan laporan terakhir sehabis kebijakan Trump Tarif ini CAD Amerika Serikat turun menjadi sebasar 2% dari GDP. Disini pertanda bahwa CAD yaitu bukan bahaya bagi ekonomi AS.

Tetapi peningkatan GDP China bisa menyebabkan jarak yang semakin sempit dengan AS dan ketakuan yang paling dalam ialah apabila Foreign Reserve Currency berganti dari USD menjadi Yuan. Bukan tidak mungkin saat China menjadi kekuatan ekonomi nomor satu dunia, negara-negara yang berhubungan dan yang mempunyai ketergantungan besar menyebabkan cadangan devisa beralih ke Yuan. Pada saat ini lah maka USD akan bergantung kepada Yuan China, dan harus mengendalikan cadangan devisa dalam Yuan.

Namun demikian, sebelum yuan dapat menjadi mata duit global, dia harus apalagi dahulu sukses sebagai mata uang cadangan devisa. Itu akan memberi China lima faedah berikut. Yuan akan digunakan untuk menetapkan harga lebih banyak persetujuan internasional (1). China mengekspor banyak komoditas yang secara tradisional dihargai dalam dolar AS. Jika mereka diberi harga dalam yuan, China tidak perlu khawatir tentang nilai dolar (2). Semua bank sentral mesti memegang yuan selaku bagian dari cadangan devisa mereka. Yuan akan memiliki usul yang lebih tinggi. Itu akan menurunkan suku bunga untuk obligasi dalam mata uang yuan (3). Eksportir China akan mempunyai biaya bantuan yang lebih rendah (4). China akan mempunyai imbas ekonomi yang lebih besar dalam hubungannya dengan Amerika Serikat. Itu akan mendukung reformasi ekonomi Presiden Xie Jinping.


Gagan Gandara
E66. K15181232
Mahasiswa Magister Manajemen Sekolah Bisnis IPB
Tulisan ialah peran tamat mata kuliah Internasional Bisnis
Sumber https://ghost-ships.blogspot.com


EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:o
:>)
(o)
:p
:-?
(p)
:-s
8-)
:-t
:-b
b-(
(y)
x-)
(h)