Gunung Bromo ialah salah satu daerah terbaik untuk menikmati sunrise. Sunrise terbaik Gunung Bromo ini mampu dicicipi dari Penanjakan. Biasanya dikala final tahun, Gunung Bromo selalu dipadati pengunjung, selain bulan Agustus yang ialah puncak kunjungan ke Gunung Bromo alasannya adalah ada upacara Kesodo. Tetapi nampaknya final tahun ini, kunjungan ke Gunung Bromo niscaya dibatasi, alasannya adalah Gunung Bromo sedang erupsi perlahan yang ditandai dengan gemuruh dari kawah. Hal ini seperti informasi yang dirilis Tempo.
![]() |
Gunung Bromo dilihat dari Penanjakan |
Berdasarkan observasi secara visual dan kegempaan dari Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, suara bergemuruh terdengar sampai radius 3 kilometer dari kawah aktif, Jumat, 11 Desember 2015. Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Bromo Mochamad Subhan menyampaikan bunyi gemuruh tersebut menawarkan aktivitas vulkanis Gunung Bromo masih tinggi.
Dari hasil pengamatan selama enam jam, mulai 00.00 - 06.00 WIB, secara visual, cuaca tampakcerah-mendung, angin tenang dan suhu 13 derajat Celcius. Puncak Bromo sesekali berkabut, adapun kawahnya mengeluarkan asap kelabu- kecokelatan sedang -tebal dengan tekanan sedang-besar lengan berkuasa. Ketinggian asap kurang lebih 200-300 meter di atas permukaan laut ke arah barat-barat daya.
Sedangkan secara seismik, kata Subhan, tremor terjadi pada amplitudo maksimum 3-23 milimeter dan lebih banyak didominasi di angka 5 milimeter. Terdengar suara gemuruh lemah dari kawah. Hingga saat ini, status Gunung Bromo masih di level III atau siaga. "Aktivitas masih tinggi ditandai hadirnya tremor dan bubuk vulkanis. Artinya, Bromo sedang mengalami erupsi, tapi perlahan," katanya.
Subhan mengkhawatirkan imbas primer erupsi sehabis terjadi peningkatan yang signifikan karena lontarannya sejauh batas tertentu. Sebab, pada erupsi 2010, katanya ada lontaran bom vulkanik. "Sekarang masih belum," katanya.
Aktivitas yang terjadi pada Bromo dikala ini, menurutnya, mampu dibilang langka. Selain itu, asap Bromo mampu disaksikan dari jarak kondusif 2,5 kilometer. Dia mengimbau terhadap pelancong supaya mematuhi jarak kondusif tersebut. "Jangan turun ke kaldera, apalagi ke kawah," kata Subhan.
![]() |
Material bubuk vulkanik tampakkeluar dari kawah Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 10 Desember 2015. Foto : diunduh dari Tempo/ANTARA FOTO |
Terhadap wilayah yang terkena dampak abu, ia mengimbau terhadap masyarakat untuk memakai masker dan kacamata. "Ketika abu sudah menumpuk banyak di atap rumah, mohon segera dibersihkan alasannya bisa memiliki peluang merobohkan atap," kata Subhan.
Status acara Bromo ditingkatkan menjadi siaga pada Jumat pekan lalu, 4 Desember 2015, dari sebelumnya waspada. Radius kondusif berada di 2,5 kilometer dari sentra kawah aktif. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup kanal ke kaldera menyusul status siaga tersebut.
Sumber https://ghost-ships.blogspot.com
EmoticonEmoticon