pop
Home
Posts filed under Bisnis Online
Tampilkan postingan dengan label Bisnis Online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis Online. Tampilkan semua postingan
Rabu, 11 Maret 2020
Product Knowledge Bagian 1
Definisi kartu bisnis ialah kartu yang berisikan berita seseorang atau perusahaan. Kartu nama biasanya bertuliskan nama, telepon, dan alamat rumah, kantor, perjuangan atau situs web (Dapat pula disisipkan akun media umum yang bisa diakses).
Manfaat dari kartu bisnis ialah sebagai berikut:
1. Personal Branding yang Esklusif.
Ketika telah memiliki kartu ini, maka kandidat pelanggan mampu dogma lebih kepada diri Anda. Setidaknya rasa ragu di awal, akan mampu berkembang menjadi rasa percaya. Terutama ketika Anda menerangkan kartu nama yang menerangkan diri dengan singkat dan terperinci.
Ketika telah memiliki kartu ini, maka kandidat pelanggan mampu dogma lebih kepada diri Anda. Setidaknya rasa ragu di awal, akan mampu berkembang menjadi rasa percaya. Terutama ketika Anda menerangkan kartu nama yang menerangkan diri dengan singkat dan terperinci.
2. Profil Diri
Sebab dalam kartu bisnis terdapat gosip diri si pemilik yang lengkap dan rincian disuguhkan dengan singkat. Penyampaian identitas diri merupakan hal yang sungguh penting, alasannya adalah terkait status seseorang dalam suatu pekerjaan yang disampaikan kepada orang lain.
Sebab dalam kartu bisnis terdapat gosip diri si pemilik yang lengkap dan rincian disuguhkan dengan singkat. Penyampaian identitas diri merupakan hal yang sungguh penting, alasannya adalah terkait status seseorang dalam suatu pekerjaan yang disampaikan kepada orang lain.
3. Informasi Perusahaan
Kartu nama juga mempunyai fungsi dan manfaat bagi pemilik dan peserta. Untuk pemilik, dengan memakai kartu nama akan mempunyai faedah yakni dapat lebih dipercaya. Sedangkan untuk peserta kartu bisnis, mereka dapat dengan mudah mengetahui kebenaran perusahaan dan posisi pemilik kartu bisnis tersebut.
Kartu nama juga mempunyai fungsi dan manfaat bagi pemilik dan peserta. Untuk pemilik, dengan memakai kartu nama akan mempunyai faedah yakni dapat lebih dipercaya. Sedangkan untuk peserta kartu bisnis, mereka dapat dengan mudah mengetahui kebenaran perusahaan dan posisi pemilik kartu bisnis tersebut.
4. Profesionalitas
Pemilik kartu nama akan cenderung lebih terlihat profesional. Ini merupakan salah satu kegunaan yang memperlihatkan citra kepada seseorang yang mempunyai kartu bisnis. Dengan mempunyai kartu nama akan memberi poin embel-embel berupa value bagi seseorang dalam pekerjaan atau perjuangan yang dijalaninya.
Pemilik kartu nama akan cenderung lebih terlihat profesional. Ini merupakan salah satu kegunaan yang memperlihatkan citra kepada seseorang yang mempunyai kartu bisnis. Dengan mempunyai kartu nama akan memberi poin embel-embel berupa value bagi seseorang dalam pekerjaan atau perjuangan yang dijalaninya.
Selengkapnya silahkan ikuti:
Sumber https://tipsofden.blogspot.comSabtu, 07 Maret 2020
Cloud Kitchens
Saat ini Cloud Kitchens ialah trend terkini dalam bisnis online, khususnya di Indonesia. Cloud Kitchens yaitu bisnis masakan berbasis online yang mengurangi biaya dengan menghilangkan pos-pos biaya yang tidak berhubungan secara eksklusif dengan produk dan fokus dalam penjagaan mutu dan pengembangan produk.
Cloud Kitchens mendapat kawasan di hati para konsumen negara-negara maju sebab kelebihan dan kemudahannya, selaku imbas nyata perkembangan jaman. Revolusi bisnis tidak hanya terjadi di bisnis berbasis toko, namun juga di industri resto.
Eric Greenspan, a chef who has appeared regularly on the Food Network and opened and closed numerous restaurants, says in a short new documentary about cloud kitchens: “Delivery is the fastest growing market in restaurants. What started out as 10 percent of your sales is now 30 percent of your sales, and [the industry predicts] it will be 50 to 60 percent of a quick-serve restaurant’s sales within the next three to five years.
Model bisnis mirip Cloud Kitchens menerima banyak penggemar khususnya karena munculnya jasa delivery di banyak negara. Layanan GoFoods, GrabFoods dll, membuka cakrawala baru dalam buka usaha. Maraknya toko online tidak lepas dikarenakan oleh jasa pengantaran yang cepat, terukur dan terjangkau mirip dikala ini. Dan kini, bisnis kuliner menerima terobosan baru.
Seperti disebutkan di baris quote di atas, pertumbuhan reservasi masakan menggunakan jasa delivery bertumbuh sangat signifikan, dari semula hanya 10%, ketika ini sudah meraih 30% dan akan mencapai 50% sampai 60%. Betapa sangat menggiurkan moda bisnis mirip ini, kan?
Baiknya, saya jabarkan secara langsung keuntungan dari Cloud Kitchens secara langsung.
- Biaya tempat usaha minimal. Tidak ada biaya sewa tempat atau modal lokasi yang sebelumnya dapat meraih 70% total modal. Cloud Kitchens tidak membutuhkan kawasan yang strategis dan luas. Cukup seluas dapur rumah anda dan tidak butuhramai cukup terletak di jalan yang dapat dilalui kendaraan bermotor.
- Efisiensi tenaga kerja. Pengusaha Cloud Kitchens tidak perlu memperkerjakan tenaga kerja yang tidak berafiliasi pribadi dengan penyiapan produk (makanan yang dipesan). Berarti pengusaha Cloud Kitchens tidak butuhmemperkerjakan: Pelayan pengirim makanan, petugas kebersihan, petugas keselamatan, dll. Cukuplah Chef/ koki/ tukang masak, ajudan koki (bila dibutuhkan) dan admin (yang mendapatkan reservasi dan mengurus etalase online).
- Rendahnya biaya permulaan. Cloud Kitchens meminimalkan biaya yang dikeluarkan pada dikala permulaan pembukaan perjuangan. Tidak perlu menanti usang hingga modal cukup besar untuk mengawali bisnis ini. Pengusaha Cloud Kitchens tidak perlu mengeluarkan ongkos besar mirip hiasan, sewa tempat, belanja alat bikinan, dan alat-alat makan, biaya untuk program pembukaan, dll. Cukuplah dapur, peralatan masak yang telah ada dan bungkus yang aman dan menarik, usaha Cloud Kitchens sudah bisa dibuka.
Kelebihan Bisnis Cloud Kitchens
Dikarenakan oleh sifat dari moda bisnis ini maka akan didapat keunggulan-keunggulan dari bisnis Cloud Kitchens, yang beberapa diantaranya yakni:- Kemudahan memulai bisnis. Dari segi permodalan maka Cloud Kitchens tidak membutuhkan jumlah yang besar. Siapapun yang mampu masak asalkan dibekali pengetahuan yang tepat dapat mengawali bisnis kulinernya sendiri dengan modal 'seadanya'. Karena rintangan pertama dan cukup besar bagi mereka yang ingin mengawali bisnis masakan ini yaitu permodalan.
- Resiko minimal. Cloud Kitchens memberi kepada para pengusahanya resiko yang minimal, dikarenakan modal yang menyertai usahanya tidak besar maka kerugian optimal yang menjadi resiko juga tidak besar.
- Bisnis yang fully adaptable and changeable. Maksud dari bisnis yang fully adaptable and changeable yakni pebisnis Cloud Kitchens mampu dengan mudah dan cepat menyesuaikan sajian sesuai dengan selera pasar atau mengubah sama sekali menu makanan yang disediakan sebab satu dan lain hal. Kelebihan ini tidak dimiliki oleh perjuangan resto konvensional.
- Mudah memperbesar cabang. Ciri khas Cloud Kitchens yang meminimalisir biaya dan tempat memungkinkan pengusaha untuk membuka cabang dengan gampang dan cepat. Penambahan cabang diperlukan untuk meminimalisir ongkos pengiriman yang memberatkan total biaya.
Analisa-evaluasi yakni menyangkut:
- SWOT (Menyangkut Menu, Harga, Lokasi, Ketidaksediaan bangku meja untuk makan).
- Design: (Logo, Kemasan, Web/Social Media) yang digunakan, mengapa menentukan design mirip itu.
Kamis, 05 Maret 2020
Minggu, 01 Maret 2020
9 Langkah Membangun Bisnis - Teladan
Menyambung dari post 9 Langkah Membangun Bisnis, di post ini saya mencoba mempraktekkan teori di atas. Silahkan mengikuti.
Sumber https://tipsofden.blogspot.com
1. Temukan Masalah yang Dihadapi Pasar
Saat ini penduduk sedang dihadapi pandemi covid-19. Berbagai sektor mengalami kelumpuhan dalam beroperasi. Sebut saja sekolah diliburkan, sebagian besar kantor dan pabrik harus ditutup sementara, transportasi sungguh dibatasi, berimbas ke aneka macam sektor lainnya. Keadaan ini memaksa sebagian penduduk mengalami kesulitant dalam menyanggupi kebutuhan rumah tangga, akhir dirumahkan dari pekerjaan atau di rumah saja karena terpaksa.
Di segi lain, sebagian penduduk mengalami kesusahan dalam penyediaan masakan sehari-hari. Entah sebab tidak mampu mengolah masakan sendiri atau bosan dengan kuliner yang itu-itu saja, atau misalkan sebagian dari penduduk sudah biasa berbelanja di luar, mereka terkendala dengan keamanan kebersihan kuliner (cemas jikalau makanan terpapar virus) atau mahalnya kuliner yang mereka anggap aman.
Ini yang menjadi persoalan yang aku coba tuntaskan dengan solusi berbentukproduk/ jasa yang akan aku tawarkan.
2. Riset Pasar
Saya coba melaksanakan riset pasar sehubungan dengan masalah yang muncul yang mau saya jadikan landasan dalam merancang produk/ jasa yang hendak saya buat. Hasilnya yakni selaku berikut:
Dari situs/ akun Instagram yang sering menghidangkan masakan-makanan terkenal yang sedang didiskon, mirip: 1 ekor ayam goreng KFC harga diskon sebesar Rp.81.818,- (Belum termasuk pajak), Paket Makan berdua CALIFORNIA FRIED CHICKEN (2 ayam paha atas + 2 nasi) Rp.25.000,- (Belum tergolong pajak), Paket Nasi dari Pizza Hut (Nasi + Ayam fillet + Wortel + Buncis) Rp.46.000,- (Belum termasuk pajak), dan masih banyak lagi. Semua belum tergolong biaya kirim.
Di sisi lain aku menyelenggarakan riset pasar juga tentang harga-harga dasar untuk produk-produk di atas, utamanya daging ayam danh bumbu-bumbu yang sekiranya diperlukan. Ayam 1 ekor; 900g Rp.37.500 (Bisa potong 8; @Rp.4.700,-), Bumbu Ayam Goreng SAJIKU Rp.8.000,- (untuk 1 ekor ayam, @ Rp.1.000,- untuk perpotongnya), Minyak Goreng 1 Lt FORTUNE Rp.14.500,-.
Bandingkan harga buat sendiri dengan membeli di KFC, California atau Pizza Hut.
Saya juga melaksanakan sedikit survey terhadap beberapa orang dengan pertanyaan selaku berikut:
1. Selama Pandemi ini apakah pernah membeli makanan matang untuk disantap di rumah?
2. Menurut Anda sehubungan pandemi ini apakah semua kuliner di luar yang biasa anda pesan kondusif untuk dimakan?
3. Berapa kali dalam 1 minggu ini Anda menyantap makanan instan (seperti mie instan)?
Tips mempersiapkan pertanyaan adalah: Sederhana, jangan terlampau banyak, tidak menuntut hal-hal yang terlalu sensitif untuk dibagikan ke orang lain dan berhubungan dengan produk.
Dari jawaban-balasan yang aku dapatkan aku mampu simpulkan sebagai berikut: Para responden (Pertanyaan 1) tidak keberatan untuk berbelanja masakan matang dari luar dengan ketentuan mereka (Pertanyaan 2) dapat memutuskan makanan dibuat dengan cara higienis dan mereka setidaknya (Pertanyaan 3) mengkonsumsi masakan yang tidak merekao masak sendiri setidaknya 2 kali dalam sepekan.
3. Analisis Kompetitor
Dari riset juga saya berhasil menghimpun beberapa kompetitor yang aku kelompokkan.
Kompetitor Utama: Ibu Tukang Ayam Goreng, Briva Kitchen, Pelangi Naget. Produk yang mereka jual sama dan dapat dibeli oleh pasar yang aku tuju (Daerah operasional mendekati).
Kompetitor Sekunder: Ayam Goreng KFC dan sejenisnya, Ayam Kremes Kraton, Ayam Goreng Pak Solikan Jembatan 9. Produk mereka sama-sama ayam tetapi mereka memasarkan ayam goren siap makan.
Kompetitor Tersier: Mie Ayam erat sekolah, Seblak Sekolah, Nugget, dll. Mereka juga menjual kuliner namun berbeda jenis dengan produk yang hendak aku tawarkan.
Saya fokus pada Kompetitor Utama selain juga memperhatikan jenis kompetitor klasifikasi yang lain. Saya mempelajari produk Briva Kitchen dari lapaknya di Tokopedia. Disana Briva Kitchen menawarkan paket Isi 4 (2 Dadau + 2 Paha, Ayam potong 4) dengan harga Rp.65.000,-. Dari foto produknya saya juga menyaksikan mereka mengemas ayam bumbu kuningnya dengan plastik dalam keadaan vacuum, dan dilengkapi stiker bertulisan nama Briva Kitchen dengan nomor HP dan akun IG-nya.
Setelah membuka akun IG-nya aku dapati bahwa Briva Kitchen menjual ayam siap masak baru-gres ini saja, mereka lazimnya memasarkan Catering Service. Berarti mereka yang sudah lebih dahulu di bisnis ini menyadari ayam siap masak mampu menjadi solusi untuk menambah penghasilan.
Saya juga melihat beberapa kelemahan yang hendak aku hindari seperti: Pengambilan gambar/ foto kurang tepat, konten yang sungguh sedikit (semua isinya produk) dan follower yang minim.
Dari IG-nya pula aku menerima hashtag yang bisa aku gunakan juga nantinya ditambah dengan yang dari saya, juga aku meluhat bungkus lain selain dengan plastik yang di-vacuum, mereka juga memakai kotak mika yang banyak ditemui di toko bungkus plastik.
4. Cari Model Bisnis
Karena masih baru dan berani mengawali dari wangsit serta minimnya pengalaman, saya berniat memulai bisnis ini dengan versi penjualan eksklusif baik offline maupun online. Untuk menyikapi minimnya modal maka saya tidak akan menyediakan barang ready stock dan mengawali dari pesanan H-1, maksudnya pelanggan memesan untuk mendapatkan produknya 1 hari kemudian.
Setelah beberapa penjualan aku akan mulai menyetok persediaan dan tetap menjaga kesejukan produkg (persediaan tidak lebih dari 1 hari ke depan)
5. Tentukan Target Pasar
Target market produk saya yang menjadi prioritas untuk diberi penawaran yakni: Usia: 25 – 50 Tahun; Lokasi; Radius 2 Km dari lokasi atau ada dikontak WhatsApp atau yang menyaksikan artikel promo aku dari IG atau Facebook; Gender: Wanita; Pendapatan: 1 Juta – 10 Juta per bulan; Tingkat Pendidikan: SMP – Sarjana; Status: Menikah; Pekerjaan: Pegawai/ karyawan dan Ibu Rumah Tangga; Etnis: Semua; Ketertarikan: Kurangh suka berbelanja kuliner matang; Hobby: Melihat postingan ihwal masakan; Nilai yang dianut: Ingin memastikan kuliner sehat meskipun harus masak sendiri.
6. Buat Produk dan Rencana Pemasaran
Berdasar point-point di atas saya mencoba menciptakan produk (Tidak baku, mampu diubahsuaikan dengan kondisi dan ajakan pasar).
Produk Ayam siap masak akan menawarkan 2 macam bumbu, yakni ayam bumbu kuning dan ayam bumbu Kentucky. Untuk produk yang pertama sudah biasa dan disukai pasar terutama orang-orang remaja, sedangkan produk kedua untuk anak-anak yang menggemari ayam dari waralaba-waralaba populer.
Saya juga memberi diferensiasi dengan produk yang sudah ada, ialah ayam goreng akan dijual per potong dan per paket (Misalnya: 1 ekor, 2 Dada + 2 Paha); Ayam juga akan saya tawarkan aneka jumlah potong (ada ayam potong 8 maupun yang lebih besar, potong 4), dan aku jual perpotong dengan minimum order.
Saya juga akan menambah tempe, tahu, ati ampela, filet untuk memperbesar pilihan bagi pembeli.
Saya menyiapkan bungkus mika kotak sebagai kemasan dan stiker nama usaha dengan nomor yang bisa dihubungi pribadi maupun WhatsApp dan akun IG Bisnis yang aku buat khusus untuk produk ini.
Saya akan mempergunakan social media dan promo pribadi ke orang-orang terdekat, aku akan menciptakan terlebih dahulu ePoster dengant Photoshop maupun Canva yang menciptakan penawaran lebih menawan, juga kata-kata marketing.
Selain dipublish di social media dan status, saya juga akan mencetak beberapa poster dan mini spanduk yang mau saya pasang di tempat-daerah umum mirip depan rumah, mading gereja, RT RW, persimpangan jalan.
7. Buat Website
Untuk langkah ini aku tunda dulu hingga saya meraih sasaran tertentu yang aku memutuskan bagi bisnis ini (Misalnya targetf aku bisnis ini memberi saya penghasilan embel-embel Rp.3.500.000,- per bulan rata-rata, selama 3 bulan).
Jadi langkah ini aku tunda dulu.
8. Optimalkan Social Media
Ini adalah senjata penjualan utama bisnis sekarang ini. Langkah pertama yakni membuat akun IG bisnis khusus usaha aku (sehabis terbih dulu dipikirkan nama, tagline, logo).
Dari kompetitor-kompetitor sekunder maupun tersier, aku mampu mempelajari bagaimana mereka mengorganisir akun social media mereka, content atau postingan apa saja yang mereka masukkan, jenis-jenis promo yang mereka pakai, dan lain sebagainya.
Misalnya: Wendy’s menawarkan paket promo “Party Pack 5” seharga Rp.54.545,- (Belum PPn dan ongkir); ayamnya sesuai patokan waralaba Ayam Goreng yaitu potong 8. Maka dari wangsit promo seperti itu saya juga mengeluarkan promo “Paket Pesta 5”; yang terdiri dari 5 potong ayam (1 ekor potong 8) ditambah 5 potong tempe tambah lagi 5 potong tahu; semua siap goreng + Sambal.
Hitungan saya dengan harga jual Rp.50.000,- (bebas ongkir untuk kelurahan yang serupa) saya masih dapat untung kurang lebih Rp.10.000,-. Ditambah lagi pesanan tambahan atau berikut dari konsumen yang sama di lalu hari. Lalu dengan pertolongan Photoshop atau Canva aku membuat eFlyer yang menarik, menyontek juga dari eFlyer Wendy’s.
Itu adalah pola memanfaatkanu promo dari kompetitor tersier, alasannya pada umumnya kompetitor utama yang saya miliki kurang mempunyai kreatifitas dalam menyusun promo, beda dengan kompetitor tersier yang telah lebih maju dan kompetitif dalam kompetisi.
9. Pertahankan Pelanggan Setia
Banyak observasi tentang sikap pelanggan menyatakan mengapa banyak konsumen tidak kembali berbelanja dari penjual yang sama. Ternyata banyak dari mereka merasa kurang dihargai.
Penjual merasa dikala seorang pembeli final melaksanakan pembelian, maka selesai pula hubungan jualan antar keduanya, penjual-penjual itu tidak menimbang-nimbang bahwa mencari konsumen baru lebih sulit daripada mempertahankan konsumen yang telah ada.
Perusahaan-perusahaan besar yang memberikan produk atau jasa seperti hotel, penerbangan, cargo atau toko-toko terbaru menyadari potensi yang seringkali diabaikan oleh penjual ini, maka mereka memperlihatkan pelanggan yang telah pernah membeli dari mereka promo khususl seperti keanggotaan yang akan mendapat diskon khusus pada pembelian berikut.
Untuk bisnis saya, maka saya juga tak inginketinggalan. Setiap pembelian akan aku catat selaku data, berikut nama, alamat dan nomor WA, aku akan kirim penawaran khusus untuk pelanggan yang membeli kembali dan beberapa kali. Salah satu acuan, setiap pembeli akan saya tawarkan bonus berupa sambal terasi untuk pembelian lebih dari Rp.50.000,-, dan lain sebagainya.
Pertanyaan:
1. Sebutkan persoalan-dilema lain yang mungkin dihadapi banyak orang, yang mungkin mampu dijadikan potensi usaha (Sebutkan 2).
2. Bila produk yang akan anda tawarkan yaitu Catering masakan berbahan B2, riset apa saja yang mau Anda kerjakan? (Silahkan ganti jikalau Anda memiliki produk/ jasa lain).
3. Untuk tahapan Riset ini, Anda perlu menyelenggarakan survey. 3 pertanyaan apa yang akan anda ejekan kepada responden (3 pertanyaan dan kirim pertanyaan-pertanyaan tersebut via WA ke 5 responden, termasuk saya).
4. Apa kesimpulan dari riset yang Anda adakan.
5. Susun 3 jenis kompetitor dari bisnis yang akan anda laksanakan. (Sebut 3 nama-nama bisnis untuk masing-masing jenis kompetitor).
6. Bagaimana model bisnis Anda yang hendak anda bangun?
7. Siapa target pasar untuk produk anda berdasar ketentuan di atas.
8. Bagaimana produk yang akan Anda buat dan rencana pemasarannya.
9. Bagaimana Anda mengurus social Media untuk produk Anda? Promo-promo seperti apa yang mampu Anda lakukan dengan menggandakan dari social media kompetitor.
10. Apa yang mau Anda lakukan untuk menjaga konsumen? (Jelaskan dengan teladan yang kasatmata).
11. Ada sebuah kata dari aksara-aksara yang aku sisipkan di postingan, apa kata itu dan artinya. (Huruf-karakter tersebut kali ini saya tempelkan di kata sebelumnya, teladan aksara “l” di kata “khususl”.
Sabtu, 29 Februari 2020
Bisnis Online Sukses Ialah Yang Menjadi Penyelesaian Di Era New Normal
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto, dikutip dari sebuah artikel di situs kemenperin.go.id bertanggal 23 November 2018, mengatakan rasio wirausaha di Indonesia masih sekitar 3,1% dari total populasi penduduk Indonesia.
Dibandingkan dengan negara tetangga mirip Malaysia yang berada di level 5%, bahkan Singapura mencapai angka 7%. maka Indonesia masih butuh aneka macam wirausaha atau pemilik bisnis baru untuk mencapai tingkat perekonomian yang maksimal. Sebuah tantangan namun menjadi sebuah angin segar, bahwa masih banyak potensi untuk berhasil selaku pemilik bisnis baru sebab jumlah wirausaha saat ini masih belum maksimal.
Saat ini gosip yang sedang hangat dan membuat banyak orang 'kepo' ialah dunia, khususnya Indonesia memasuki masa New Normal. Apa saja yang berganti? Hal-hal baru apa saja yang mau berlaku? Apa saja yang mau menjadi animo? Itu sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul sehubungan dengan masa New Normal.
Saya menyaksikan bahu-membahu ini ialah percepatan dari pertumbuhan dunia yang dimulai dari kala milenial. Suka atau tidak, insan diarahkan untuk bersikap physical distancing dan perubahan yaitu satu-satunya ketetapan yang tidak berganti, tinggal bagaimana kita merespon dan dimana kita berada di era-abad yang penuh fleksibilitas ini?
Disini aku mencoba membuat planning bisnis menurut pengetahuan dan pengalaman saya, ditambah dengan pengamatan yang aku lakukan selama bertahun-tahun akhir-akhir ini. Artikel ini aku tulis sehabis aku melihat iklan Blog Competition saat aku sedang membuka situs Hosting murah Indonesia yang menjadi partner terpercaya aku selama ini.
Masalah yang dihadapi Pasar
Sebuah bisnis dapat tercipta dari banyak sekali sebab, latar belakang bahkan hobby pemilik bisnis. Tetapi aku menyaksikan bahwa bisnis yang hendak bertumbuh yakni bisnis yang memberi solusi dari sebuah problem. Saya banyak diberkati dari dongeng berdirinya Alibaba. Sebuah bisnis yang sebelum menjadi besar mirip sekarang, sudah lebih dahulu dan terus menjadi penyelesaian dari problem yang dimiliki oleh industri di China. Kisah lengkapnya, silahkan Anda baca dari berbagai sumber perihal Alibaba.
Mencoba berpilar sama dengan Alibaba, aku menemukan urusan yang hendak saya jadikan landasan dalam membangun bisnis. Permasalahan yang aku maksud yakni: sulitnya bisnis lokal memasarkan produk atau jasanya terhadap pembeli di sekitar, atau bagaimana bisnis lokal memperbesar omzet dari pelanggan di sekeliling , khususnya pada masa pandemi seperti sekarang ini.
Mungkin anda gundah maksud dari permasalahan yang aku angkat ini apa? Bukankah bisnis lokal memang menyasar pelanggan di sekeliling (lokal)? Saya akan coba menunjukan kepada anda dengan modus yang umum oleh saya dan banyak dari kita alami atau lakukan.
Suatu hari saya membutuhkan raket nyamuk. Karena sudah sudah biasa untuk mencari berbagai produk via aplikasi di handphone, segeralah aku mencari di aplikasi La**** yang aplikasinya ada di handphone saya. Keluar hasil-hasil penelusuran sesuai dengan kata kunci yang saya ketikkan, lengkap dengan foto, harga, rating dan lokasi toko. Akhirnya aku menentukan salah satunya setelah membandingkan dan mempertimbangkan dari faktor harga, ulasan pembeli sebelumnya dan lokasi menyangkut ongkos kirim (lokasi di Kota Jakarta Timur).
Sebuah peristiwa yang sangat biasa terjadi pada siapapun, kapanpun dan untuk apapun. Yang menjadi titik perhatian saya ialah, mengapa aku harus menunggu barang pesanan itu tiba di rumah saya selama 2-3 hari (kalau tanpa biaya kirim) kalau saya bisa menerimanya dalam 15 menit.
Karena Teknologi Informasi telah sedemikian mutakhir, sehingga yang jauh menjadi bersahabat, yang tidak terlihat menjadi terlihat , namun juga yang bersahabat jadi terasa jauh bahkan tidak tampak.
Padahal, kurang dari 1 Km dari rumah aku, ada toko elektronik dan perlengkapan rumah tangga yang menjual raket nyamuk dengan kualitas dan harga yang tidak jauh. Yang pasti mampu aku dapatkan produk yang aku mau itu dalam waktu 15 menit.
Bagaimana jika lain kali kita sedang ingin makan ketoprak, contohnya, atau baso, atau nasi goreng? Haruskah kita mencari di layanan antar masakan yang sedang hits seperti Go*** atau Gr** Food? Padahal kita tahu harga jualnya di aplikasi seringkali lebih mahal.
Permasalahan-permasalahan yang sebaiknya mampu tertuntaskan dengan cara mencari di direktori setempat (bila ada) atau dengan menyimpan nomor WA dari langganan-langganan kita di sekeliling . Tetapi apa semua orang seperti kita? Atau, apakah semua yang kita butuhkan ada di direktori handphone kita?
Solusi yang disediakan
Mencoba menjadi solusi dari persoalan-problem di atas, yakni Digitalisasi Marketplace Lokal Per Kecamatan. Solusi ini akan berisi aneka macam produk barang dan jasa yang dijual dari lokasi kecamatan yang sama, termasuk banyak sekali penawaran khusus, gosip-isu yang penting untuk warga kecamatan lokal, peta wilayah yang detail berikut lokasi-lokasi komersial dan lain sebagainya. Saya akan membuka ruang kerja sama warga seluas-luasnya untuk mengakibatkan bisnis ini kuat tertanam di masyarakat setempat.
Bisnis yang hendak aku bangun menawarkan website, aplikasi yang dibutuhkan (dengan berbagai penawaran spesial yang mau aku adakan dan mem-beli Hosting yang tepat) menjadi aplikasi yang wajib terpasang di setiap handphone warga kecamatan setempat. Dan mirip Alibaba, aku berharap bisnis ini akan membantu para pelaku usaha menjual produknya terhadap konsumen di sekitar. Selain itu menolong warga menerima produk dari vendor-vendor di lingkungan sendiri, secara eksklusif juga memberi keselamatan dan kenyamanan bagi kedua pihak, pedagang dan pembeli.
Manfaat pribadi dari bisnis ini selain optimalisasi pemenuhan kebutuhan dan pasar yang ada di sekeliling , juga akan meminimalkan besaran ongkos kirim, tetapi tidak menihilkan. Di bisnis ini juga akan membuka potensi bagi warga di sekeliling menjadi kurir walaupun secara paruh waktu, dengan ketentuan harga ongkos kirim akan ditekan seminim mungkin.
Ada pula gosip perihal aktivitas-acara yang bersifat lokal, kontak-kontak untuk berbagai kebutuhan kewargaan, forum tanya jawab, lowongan pekerjaan, iklan-iklan properti setempat, dan terus akan ditingkatkan kontennya biar menjadi kian berguna bagi warga.
Ada pula gosip perihal aktivitas-acara yang bersifat lokal, kontak-kontak untuk berbagai kebutuhan kewargaan, forum tanya jawab, lowongan pekerjaan, iklan-iklan properti setempat, dan terus akan ditingkatkan kontennya biar menjadi kian berguna bagi warga.
Riset Database
Untuk memulai bisnis ini aku harus memetakan daerah. Komunikasi secara langsung kepada pelaku usaha lokal harus dimulai dari permulaan, database sangat penting selain juga hubungan dengan pelaku usaha, alasannya dari sini pun mampu muncul usaha tambahan.
Pemetaan warga juga tidak kalah penting, pengamatan, survey akan saya adakan untuk mempelajari sikap konsumerisme ataupun keseharian warga, seperti waktu-waktu dan pusat-sentra hiruk pikuk, perekonomian dan sumber ekonomi warga, dan lain sebagainya.
Pemetaan ini menghasilkan database yang mau aku manfaatkan salah satunya dalam membangun situs web dan aplikasi, berafiliasi dengan Masterweb yang ialah Hosting bisnis terbaik. Peningkatan database dengan penyebaran spanduk di beberapa titik, guna menjaring pelaku bisnis rumahan yang tidak terlihat eksklusif, akan terus dilakukan, selain pembinaan-training dan verifikasi usaha-perjuangan.
Saya juga memasukkan pelaku-pelaku perjuangan kaki lima, gerobak atau perjuangan-usaha yang beroperasi cuma di sore hingga malam hari, sebagai bagian dari database yang saya susun.
Selain itu bagian-komponen lain yang juga akan dilibatkan, mirip tukang ojek, tukang parkir tidak resmi dan lainnya, akan ada database tersendiri untuk diarahkan selaku kurir-kurir.
Ada beberapa lagi yang menjadi data-data pemanis untuk dimasukkan di dalam database demi menunjang operasional bisnis saya nantinya selain bahwa faktanya setiap wilayah memiliki kekhasannya tersendiri.
Kompetitor
Saya juga menyadari akan adanya kompetitor baik yang telah ada maupun yang nanti akan muncul seiring berkembangnya bisnis ini.
Untuk kompetitor utama, mungkin dikala ini belum ada sebab saya melihat kekhasan bisnis ini belum ada yang sama sebelumnya. Untuk itu saya mempersiapkan beberapa wangsit untuk pengembangan bisnis ini nantinya biar tidak dibenamkan oleh kompetitor utama yang akan muncul dan sangat kasar sebab alokasi dana dan SDM yang besar.
Selain kompetitor utama, saya menyaksikan beberapa bisnis mampu diklasifikasikan sebagai kompetitor Sekunder dan Tersier. Beberapa perusahaan eCommerce mirip Toko*****, La****, See***, GO***, GR** memberikan jasa yang nyaris serupa, tetapi ceruk yang mereka tinggalkanlah yang menjadi konsentrasi dari bisnis yang akan saya berdiri. Ceruk itu yakni Local (setempat).
Ecommerce mirip La****, Toko*****, Bukal**** menghasilkan transaksi-transaksi antar kawasan dan mampu saja mereka membuat opsi setempat, namun akan sungguh sukar berfokus di sebuah kawasan tanpa meninggalkan core business-nya mirip yang aku akan siapkan.
Di sisi yang lain, aku mampu memanfaatkan eksistensi perusahaan-perusahaan tersebut dalam aneka macam hal, mirip koordinasi ataupun mempelajari materi-materi promo yang mereka lakukan untuk dapat diterapkan di bisnis saya atau selaku ajuan kepada rekanan pemilik usaha setempat nantinya.
Perusahaan layanan antar produk atau kuliner juga menjadi kompetitor sekunder saya tentunya, namun sama dengan di atas, saya memanfaatkan ceruk yang mereka tinggalkan. Memang mereka menyediakan opsi layanan sekitar, tetapi akan sangat sukar bagi mereka mengikuti detail yang hendak menjadi keunggulan bisnis saya.
Model Bisnis dan Target Pasar
Model bisnis dan target pasar aku sudah terang diuraikan di paragraf-paragraf sebelumnya. Seperti beberapa ecommerce yang telah akrab di mata dan telinga (bahkan jari) masyarakat luas, yaitu model bisnis Marketplace. Tetapi perhiasan kata “Local” selaku pembeda dan sekaligus menjadi kekuatan yang mau aku ‘eksploitasi’.
Target pasar jelas menunjuk pada masyarakat pelaku bisnis dan konsumen setempat, meskipun ada peluang dapat dimanfaatkan oleh mereka yang tidak tinggal atau buka usaha di lokasi target. Website dan aplikasi akan menawarkan ruang untuk mengakomodir pemasangan iklan produk-produk konsumsi dan lainnya.
Di barometer lain, aku mempunyai target ialah aplikasi bisnis aku ini terpasang di 80% handphone masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran, dan atau url dari domain (singkat dan gampang diingat) tertanam di bookmark atau autofill di bilah alamat pada browser di computer atau handphone mereka.
Monetisasi
Bagaimana eCommerce seperti tokop**** atau Go*** mendapat penghasilan? Demikian juga salah satu cara bisnis ini akan menerima penghasilan. Periklanan walaupun tidak mempunyai takaran besar, akan menjadi juga sumber penghasilan.
Pengembangan terus dikerjakan selain dari sisi produk juga dalam hal monetisasi. Bahkan untuk jangka panjang bisnis ini tidak akan kekurangan daerah atau bidang dalam berekspansi.
Saya percaya bahwa bisnis ini akan berlangsung dan meningkat , alasannya adalah selain menjadi solusi, kemajuan jaman dan pola hidup penduduk terutama di kala New Normal yang akan kita masuki memerlukan bisnis ini.
Apa yang aku butuhkan adalah team dan partner perjuangan yang tepat untuk bersinergi dan sama percayanya dengan aku akan kurun depan bisnis ini.
Sumber https://tipsofden.blogspot.comSaya percaya bahwa bisnis ini akan berlangsung dan meningkat , alasannya adalah selain menjadi solusi, kemajuan jaman dan pola hidup penduduk terutama di kala New Normal yang akan kita masuki memerlukan bisnis ini.
Apa yang aku butuhkan adalah team dan partner perjuangan yang tepat untuk bersinergi dan sama percayanya dengan aku akan kurun depan bisnis ini.
Jumat, 28 Februari 2020
Situs Web Versus Marketplace - 4 Tips Untuk Bersinergi
Website versus Marketplace: Pilihan atau Sinergi? Sebuah tema yang sungguh menarik untuk dibahas. Bagi sebagian kecil pelaku bisnis online, pertanyaan ini sangat mudah dijawab, mereka akan menjawab sinergi dari keduanya ialah kendaraan meraih berhasil membuka usaha daring. Tetapi apakah demikian?
Fakta di lapangan dapat dilihat langsung, dari sekian banyak pedagang di suatu Marketplace, dengan aneka produk dan varian, bahkan dilengkapi dengan rating yang hampir mentok, berbagai ulasan aktual konsumen, namun tidak memiliki website untuk usahanya.
Di sisi lainnya, kita sering menjumpai usahawan online dengan berbagai produk berupa barang dan jasanya, selain mempunyai website khusus usahanya, mereka juga menawarkannya di Marketplace. Sebuah ajaran yang sungguh maju dan lebih menjanjikan untuk berhasil.
Tetapi apakah dengan ada keduanya bisnis online yang dibangun ini pasti sukses? Banyak faktor yang memilih sebuah bisnis online untuk mampu memetik hasil maksimal. Berbagai artikel sudah banyak membicarakan tentang tips-kiat bisnis online yang berhasil, silahkan browsing dengan kata kunci “bisnis online berhasil” atau yang sejenisnya, maka ada ratusan postingan yang menarik untuk dipelajari.
Pertanyaan bantu-membantu adalah bagaimana mensinergikan keduanya. Kita semua tahu bahwa keduanya penting tetapi terkadang pebisnis online melalaikan kata kunci ini yakni, sinergi.
Di postingan ini saya berkonsentrasi pada tema yang kemudian aku kembangkan berdasar ilmu dan pengalaman yang aku himpun selama ini. Secara singkat saya jabarkan hal-hal apa yang dapat mengakibatkan keduanya bersinergi, adalah selaku berikut:
Tidak ada kesalahan dalam penulisan di Website maupun Marketplace
Sebuah kesalahan yang sungguh fundamental yaitu pengusaha online melakukan kesalahan-kesalahan dalam penulisan. Bila ingin dianggap serius dan profesional hindari typo dan gunakan Bahasa yang tepat. Beri nama produk yang sempurna dan mempesona, penggunaan karakter besar dan gejala baca yang sempurna. Kita masih dengan sungguh mudah menemukan kesalahan-kesalahan ini di Marketplace.
Isi dari Website dan Marketplace tidak bertentangan
Pelaku bisnis online mesti menyaksikan keduanya secara paralel. Pebisnis mesti menentukan pada keduanya tertera info produk yang sama. Tidak ada kesalahan typo penulisan produk dan ulasan maupun perbedaan harga.
Poin ini sederhana namun sungguh fatal bila terjadi kesalahan, di dalamnya juga tergolong penggunaan image dan template yang serupa. Kegunaan terutama selain Branding, juga mempermudah pelanggan dalam menentukan produk dan varian yang pada jadinya menjadikan loyalitas pelanggan.
Website menawarkan kejutan, Marketplace menjamin akomodasi
Arti dari sinergi (Synergy) berdasarkan Cambridge English Dictionary, the interaction or cooperation of two or more organizations, substances, or other agents to produce a combined effect greater than the sum of their separate effects. Penekanan pada frase interaction or cooperation, Website yaitu media yang diseleksi untuk memperlihatkan kejutan mirip pemotongan harga khusus produk baru (product launching promo) atau bonus free products untuk pembelian tertentu, dan seterusnya.
Sedangkan Marketplace sudah menjadi bab pengelola eCommerce untuk menunjukkan akomodasi-kemudahan bagi konsumen seperti, akomodasi untuk ditemui, kemudahan metode pembayaran atau cicilan dan lain sebagainya.
Keduanya harus dipertahankan keragaman fungsinya tanpa keluar dari syarat pertama di atas yaitu, isi keduanya tidak berlawanan.
Website untuk Branding, Marketplace tempat Massed Selling
Mengambil pola dari perusahaan-perusahaan besar, walaupun agak absurd namun berlaku semenjak awal masa industrialisasi sampai sekarang. Perusahaan-perusahaan besar mirip Apple, Intel, Hewlett Packard dan yang lain memilih Silicon Valley, yang ialah lokasi dimana brand-brand global di bidang teknologi berkantor pusat. Ini merupakan branding yang sangatlah mahal tetapi bernilai berkali lipat.
Padahal kita tahu dimana perusahaan-perusahaan besar itu melakukan pemasaran-penjualannya, dari ITC Roxy Mas, mal Ambassador, Pasaraya Komputer di Jogja hingga marketplace-marketplace online mirip bli***, sho***, dan lain sebagainya.
Begitupun website, selaku kantor pusat, melaksanakan aneka macam upaya untuk branding melalui SEO, promo, iklan, dan lain lain, kemudian Marketplace yaitu tempat pemasaran-penjualan terbesarnya terjadi.
Masih banyak yang bisa ditambahkan untuk melengkapi poin-poin di atas, selain disokong oleh Hosting Indonesia yang tangguh, keempat hal di atas mampu menjadi acuan utama bagaimana menjadikan keduanya bersinergi dan tidak tumpang tindih.
Satu tips pemanis dari aku, untuk usahawan yang mempunyai wawasan terbatas dalam memasarkan produknya via online, contohnya cuma mampu mempergunakan Marketplace tetapi tidak mampu membangun website. Sebuah quote dari seorang CEO suatu startup, Lauris Liberts,
Don’t wait for the right moment to start a business. It never arrives. Start whenever. Now.
Jangan takut untuk memulai, mulailah kini juga, namun jangan berhenti untuk mencar ilmu. Salam Entrepreneur.
Langganan:
Postingan (Atom)
















.jpg)



