Tampilkan postingan dengan label Zaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zaman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juli 2020

Menarik, Inilah Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum

Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum - Sebelum zaman canggih dan modern mirip saat ini, Anda pastinya pernah mendengar ungkapan Zaman Prasejarah di kursi sekolah bukan? Zaman Prasejarah merupakan zaman yang mempunyai aneka macam perbedaan dengan zaman kini ini. Hal tersebut tentu saja sebab belum ditemukannya teknologi-teknologi mutakhir di zaman tersebut.

Pada artikel kali ini, akan dibahas tentang zaman Mesozoikum yang kalau dilihat dari sisi bahasa memiliki pemahaman watu tengah. Ciri ciri zaman mesozoikum memberikan perbedaan yang sangat signifikan dengan zaman kini. Jadi untuk Anda yang suka belajar perihal sejarah, harus mengenali apa saja ciri-ciri dari zaman mesozoikum.

Zaman Mesozoikum dikenal sebagai zaman tengah atau kerikil sebab diperkirakan sudah terbentuk pada periode holosen yakni 10.000 tahun kemudian. Sebelum membahas wacana ciri ciri zaman mesozoikum, perlu Anda ketahui bahwa mesozoikum ialah periode kemajuan bumi yang ketika itu berlangsung dari 140 juta tahun lampau hingga dengan 65 juta tahun kemudian. Di zaman tersebut, binatang besar yang dikenal dengan ungkapan dinosaurus masih ada.


Baca juga wacana: Zaman Neozoikum

Perlu dikenali bahwa zaman mesozoikum berisikan tiga kurun tingkatan yaitu kurun Kretaseus, Trias, dan Jura. Pada abad tersebut, iklim bumi bersifat panas dan berair. Persebaran fauna dan tanaman juga masih sangat terbatas. Saat memasuki kala Trias Akhir, terjadi kepunahan massal di bumi.

Meskipun demikian, binatang besar mirip dinosaurus masih bisa bertahan hingga dengan era Kretaseus dan Jura. Penjelasan tentang kurun mesozoikum makin menawan bukan? Untuk lebih jelasnya, di bawah ini yaitu beberapa ciri ciri zaman mesozoikum.

1. Kepunahan Masal
Seperti yang sempat disinggung bahwa pada kurun Trias Akhir di zaman mesozoikum, terjadi kepunahan massal yang luar biasa pada bumi. Kepunahan ini diperkirakan terjadi pada selesai abad mesozoikum yakni 65 juta tahun lalu. Dimana pada masa tersebut, meteorit dan bumi mengalami tabrakan dahsyat. Akibatnya, lapisan ozon bumi dilapisi dan tertutup debu.

Bumi yang tertutup oleh abu tentunya menunjukkan perubahan yang sungguh besar di bumi. Tanaman tidak bisa lagi berfotosintesis dan menghasilkan oksigen. Jumlah oksigen dan tumbuhan yang menipis membuat hewan-binatang yang ada di paras bumi mengalami kepunahan. Pada periode inilah predator seperti dinosaurus punah dan mamalia mulai berkembang.

Baca juga perihal: Zaman Megalitikum

2. Terpisahnya Benua Pangea
Ciri ciri zaman mesozoikum berikutnya yaitu terpecahnya benua Pangea menjadi Gondwana dan Laurasia. Ketika masa Trias mulai berakhir, Pangea selaku benua pertama yang ada di bumi terpecah. Hal ini dikarenakan adanya proses tektonik atau pergerakan lempeng. Benua besar ini terpisah dan menjadi benua Laurasia dan Gondwana.

Setelah berpisah, benua Gondwana menjadi Benua Afrika dan Amerika Selatan. Sedangkan Laurasia membentuk Eurasia dan Benua Amerika Utara. Benua Pangea berada di tengah samudra bernama Panthalassa. Iklim pada bab tengah benua Pangea adalah hangat dan kering. Sedangkan bagian tepi benua Pangea masuk dalam iklim muson.

3. Aktivitas Tektonik Serta Evolusi yang Besar
Bertabrakannya bumi dengan meteor memang menawarkan imbas yang sungguh luar biasa pada bumi. Salah satu efeknya yakni acara tektonik kian besar. Akibat adanya kegiatan tektonik, permukaan lempeng bumi sedikit demi sedikit bergeser dan membentuk benua-benua. Evolusi mamalia juga semakin signifikan pada abad ini. Seiring dengan berjalannya waktu, iklim bumi sudah mulai stabil dan hangat pada kurun Mesozoikum.

Penjelasan tentang ciri ciri zaman mesozoikum sungguh menarik bukan? Semoga dengan adanya ulasan kali ini, rasa penasaran Anda ihwal kurun prasejarah bisa sedikit terobati.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Kamis, 23 Juli 2020

Ciri-Ciri Zaman Paleolitikum, Awal Munculnya Nenek Moyang Manusia Terbaru

Kehidupan manusia di wajah bumi ditandai sejak hadirnya zaman praaksara (prasejarah). Zaman praaksara ialah sebuah zaman dimana insan belum mengenal adanya goresan pena. Pembagian zaman praaksara menurut arkeologi (peninggalan yang berbentukkebudayaan dari era lalu) dibagi ke dalam beberapa zaman, yaitu zaman batu, zaman besi, dan zaman logam.

zaman kerikil juga masih di bagi ke dalam beberapa kala berdasarkan usia inovasi kebudayaannya. Salah satu yang paling bau tanah adalah zaman Paleolitikum. Ciri-ciri zaman Paleolitikum yang ditemukan memberikan zaman ini yakni zaman paling permulaan ditemukannya kebudayaan insan.


Zaman Paleolitikum atau zaman batu bau tanah yaitu zaman dimana peralatan yang dipakai dalam kehidupan manusia periode itu masih menggunakan kerikil dan masih dalam bentuk  berangasan. Artinya, kerikil-watu yang digunakan sebagai perlengkapan untuk berburu itu masih belum diolah, seperti dipoles atau diasah.

Baca juga: Ciri Zaman Megalitikum

zaman ini mempunyai ciri khusus yang membedakannya dengan zaman kerikil setelahnya. Ciri-ciri zaman Paleolitikum pun mudah diidentifikasi, seperti beberapa ciri di bawah ini.

1. Jenis Manusia yang Hidup
Pada zaman Paleolitikum ada berbagai macam insan yang sudah ditemukan kurun itu. Berdasarkan fosil yang ditemukan, ciri-ciri zaman Paleolitikum yang pertama yaitu hadirnya jenis manusia pertama adalah Pithecanthropus Erectus, Homo Soloensis, Homo Wajakensis dan Meganthropus Paleojavanicus. Beberapa jenis manusia ini ialah jenis yang diklaim merupakan nenek moyang manusia modern.

2. Cara Hidup dan Mempertahankan Kehidupan
Ciri-ciri zaman Paleolitikum yang kedua mampu dilihat dari cara hidup dan menjaga hidupnya. Manusia pada zaman watu renta ini hidup dengan cara berpindah-pindah dari satu kawasan ke daerah lain atau yang lebih sering disebut selaku nomaden.

Baca juga: Ciri-Ciri Zaman Neolitikum

Karena hidup secara berpindah-pindah, maka manusia pada zaman ini memakai cara berburu dan mengumpulkan masakan untuk mampu menjaga hidupnya. Cara hidup lain yang menjadi ciri khas dari insan di zaman batu tua ini ialah kehidupan berkelompoknya. Hal ini tentu berlawanan dengan kehidupan pada zaman sesudahnya.

3. Kebudayaan yang Dihasilkan
zaman ini disebut selaku zaman kerikil renta bukan tanpa alasan. Hal ini alasannya salah satu ciri-ciri pada zaman Paleolitikum mampu dilihat dari kebudayaan yang dihasilkannya. Ada total dua kebudayaan yang dihasilkan pada zaman ini, ialah kebudayaan Pacitan dan Kebudayaan Ngandong. Keduanya memiliki ciri khas yang berlainan.

Jika pada kebudayaan Pacitan, ciri khasnya yaitu perlengkapan yang digunakan masih berupa watu kasar yang belum diolah, seperti misalnya kapak genggam. Sedangkan pada kebudayaan Ngandong, ciri khasnya yakni penggunaan alat-alat dari tanduk rusa, tulang yang dibuktikan dengan penemuan fosil benda-benda tersebut.

Kebudayaan Ngandong juga disokong dengan inovasi fosil lukisan yang ada di dinding goa. Gambar yang terlukis pada dinding goa pun tidak beragam, ialah cuma berupa telapak tangan berwarna merah serta lukisan binatang mirip babi hutan.

Baca juga: Peninggalan Zaman Batu di Indonesia

Berbagai observasi terus dilaksanakan untuk mengungkapkan kehidupan insan di kala lampau, termasuk pada kurun prasejarah. zaman prasejarah, dimana manusia belum mengenal goresan pena diklaim selaku zaman dimana manusia pertama yang menjadi nenek moyang manusia modern mulai hidup. Salah satunya ialah pada zaman Paleolitikum (zaman batu tua).

Pada zaman Paleolitikum banyak sekali kebudayaan dan cikal bakal teknologi sudah mulai ditemukan walaupun masih dalam bentuk sederhana. Hal tersebut mampu dilihat dari ciri-ciri zaman Paleolitikum yang telah disebutkan di atas.

Ciri-ciri tersebut yaitu hasil kesimpulan menurut observasi terhadap fosil-fosil yang sukses ditemukan. Dari inovasi fosil tersebut lalu mampu ditemukan hasil yang menjadi ciri khas kehidupan pada zaman watu bau tanah Paleolitikum.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Sabtu, 18 Juli 2020

Ciri-Ciri Zaman Neozoikum

Zaman Neozoikum - Sebelum kehidupan bumi yang modern seperti kini ini, ada periode neozoikum yang pernah dilalui. Neozoikum yaitu zaman yang mempunyai corak kehidupan dan karakteristik yang berlawanan dengan zaman yang lain. Ciri ciri zaman neozoikum tampakdari hadirnya kehidupan insan.

Baca juga: Pembagian Zaman Batu

Hadirnya insan purba inilah yang membuat neozoikum juga dikenal selaku zaman kehidupan gres. Pada zaman tersebut, bumi telah mampu dijadikan selaku tempat kehidupan manusia. Nenek moyang dari manusia terbaru di zaman tersebut diketahui dengan nama homo sapiens.


Ciri-ciri Zaman Neozoikum Jika Dilihat dari Pembagiannya
Pada zaman neozoikum tersebut, bumi mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Hal tersebut pastinya alasannya cikal bakal insan telah mulai muncul. Jika dilihat dari segi ilmu geologi, neozoikum adalah kurun terakhir dari masa klasik geologi.

Neozoikum dimulai semenjak zaman Mesozoikum berakhir. Dimana terjadi kepunahan massal yang terjadi pada dinosaurus 54,5 juta tahun atau tamat periode kapur kemudian. Para jago geologi membagi zaman neozoikum menjadi 2 zaman adalah zaman kuarter dan zaman tersier. Masing-masing zaman, memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda. Oleh alasannya adalah itu, di bawah ini akan diulas terkait dengan ciri-ciri zaman neozoikum berdasarkan pembagiannya tersebut.

1. Zaman Kwarter
Ciri ciri zaman neozoikum bisa diketahui sejak 600.000 tahun kemudian. Zaman ini diketahui dengan istilah zaman kwarter. Zaman kwarter dibedakan menjadi 2 kala adalah kala holosen atau alluvium dan periode Pleistosen atau Diluvium. Pada Kala Holosen, kawasan es di Kutub Utara mengalami penipisan. Hal inilah yang membuat permukaan air bahari meningkat. Daratan rendah mulai dari Paparan Suhul dan Paparan Sunda tergenang dan menjadi laut dangkal.

Baca juga: Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum


Ciri berikutnya yakni dataran yang lama kelamaan makin tinggi dan menjadi pulau besar yang ada di daerah Nusantara. Diperkirakan Homo Sapiens atau manusia yang sudah memakai otaknya mulai hidup di wajah bumi. Pada abad kolosen, manusia purba mempertahankan hidupnya dan mencari makan dengan memakai peralatan bantu seperti tanduk, kayu, tulang, watu, dan sebagainya.

Pada abad Kala Plistosen, kondisi alam masih sangat labil. Dimana terdapat dua zaman yang saling bergantian yakni zaman Interglasial dan zaman Glasial. Kala ini diperkirakan terjadi pada 600.000 tahun kemudian.

Sekedar berita, zaman Glasial merupakan sebuah zaman dimana lapisan es yang ada di kutub utara meluas sehingga menjadikan daratan Amerika Utara dan Eropa tertutup es. Sementara wilayah lain yang jauh dari bab kutub mengalami fenomena hujan lebat dalam waktu yang lama.

Pada abad tersebut, terjadi penurunan permukaan air maritim dan daratan yang semakin naik. Kondisi ini terjadi balasan adanya kegiatan gunung-gunung berapi dan pergantian bumi yang kemudian membuat Suhul Plat dan Sunda Plat muncul. Pada kala ini, insan purba pindah dari Asia ke Nusantara atau Indonesia.

Baca juga: Zaman Paleozoikum

2. Zaman Tersier
Ciri ciri zaman neozoikum selanjutnya mampu dilihat di zaman tersier. Zaman Tersier dibedakan menjadi beberapa kurun adalah Eosen, Paleosen, Miosen, Pliosen dan Oligosen. Di zaman tersebut, reptil raksasa semakin punah. Sedangkan binatang menyusui kian banyak jumlahnya. Mulai bermunculan makhluk primata pada zaman Paleosen. Di zaman ini, hidup hewan berjulukan Gigantrophus yang ukurannya lebih besar dibandingkan dengan gorila.

Bisa dilihat bahwa masing-masing kurun atau periode mempunyai karakteristik yang berlawanan-beda. Banyak sisa-sisa manusia dan binatang purba dari zaman neozoikum yang ditemukan oleh manusia terbaru sekarang ini. Atas dasar peninggalan purba tersebutlah para peneliti mulai menganalisis ciri ciri zaman neozoikum dan perkembangannya.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Ciri-Ciri Zaman Neolitikum

Banyak peneliti yang menjelaskan bahwa neolitikum adalah zaman yang membawa berbagai perubahan dalam kehidupan manusia. Ciri-ciri zaman neolitikum yang sungguh terlihat terperinci yaitu adanya peradaban yang telah tertata rapi. Hal ini tampakdari fosil-fosil yang menjadi peninggalan di zaman neolitikum. Dimana peralatan yang digunakan sudah sungguh terbaru. Bahkan, ada beberapa perlengkapan yang masih dipakai manusia di zaman sekarang ini.

Baca juga: Peninggalan Zaman Batu di Indonesia

Jumat, 17 Juli 2020

Mulai Dari Evolusi Tektonik Sampai Kepunahan Makhluk Hidup

Zaman Paleozoikum - Mempelajari ihwal zaman pra sejarah adalah hal yang sangat menyenangkan. Masing-masing zaman mempunyai ciri yang berlainan-beda. Paleozoikum sendiri yaitu zaman yang paling tua. Zaman ini berjalan sekitar 340 juta tahun, mulai dari 542 juta tahun kemudian sampai dengan 251 juta tahun kemudian.

Jika dilihat dari segi bahasanya, Paleozoikum diambil dari bahasa Yunani. Palaio artinya yaitu renta sedangkan zoion adalah binatang. Perlu diketahui bahwa Paleozoikum merupakan abad pertama pada zaman Eon Fanerozoikum.

Baca juga: Pembagian Zaman Neozoikum

Paleozoikum dibagi menjadi 6 kurun yakni Ordovisium, Kambrium, Devon, Silur, Perm dan Karbon. Masing-masing era memiliki ciri-ciri yang berbeda. Ciri ciri zaman paleozoikum banyak ditunjukkan oleh keadaan bumi zaman dulu.

Ketika zaman Paleozoikum, keadaan bumi masih labil. Dimana hujan lebat terjadi dimana-mana, iklim sering berubah-ubah dan lain sebagainya. Di zaman ini, tanda-tanda kehidupan terlihat jelas. Proses ini dimulai ketika mikroorganisme bersel satu mulai timbul.

Ciri-ciri Zaman Paleozoikum Berdasarkan Masa Periodenya
Seperti yang sempat disinggung bahwa ciri ciri zaman paleozoikum dibedakan menurut periodenya. Karena masing-masing kurun mempunyai ciri yang berlawanan-beda. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah ciri-ciri dari zaman paleozoikum menurut beberapa periodenya.

1. Kambrium
Periode ini dimulai sekitar 1 juta tahun hingga dengan 1,7 juta tahun kemudian. Di abad tersebut, terdapat kelimpahan makhluk hidup. Para peneliti menerka bahwa hal tersebut berkaitan dengan evolusi skeleton. Pasalnya, terdapat fosil hewan yang mempunyai skleton pelindung pada bagian luar di zaman tersebut. Pada kala ini, makhluk hidup mulai menguasai daratan.

2. Devon
Ciri ciri zaman paleozoikum berikutnya mampu dimengerti dari masa Devon. Pada abad ini, hewan seperti vertebrata dan antropoda melaksanakan kolonisasi di wilayah daratan. Pertama kali melakukan kolonisasi, hewan ini mengalami banyak sekali masalah. Dimana penghirupan oksigen dan air di bumi masih sungguh terbatas.

Seiring dengan berjalannya waktu, terdapat perkembangan evolusioner yang sungguh hebat. Dimana hewan-hewan tersebut tidak hanya mampu hidup di daratan namun mampu menyebar hingga ke penjuru dunia. Periode ini terjadi sekitar 2,8 juta tahun lalu.

Baca juga: Ciri Zaman Mesozoikum

3. Perm
Perm yaitu kala terakhir di zaman Paleozoikum. Pada kala ini, ciri-ciri yang nampak yakni bergeraknya benua-benua dan mulai menyatu. Superbenua yang menyatu adalah Gondwana dan Laurasia. Kedua benua yang bersatu tersebut diketahui dengan sebutan Pangaea.

Periode perm dibedakan menjadi tiga era yakni Guadalupian, Cisuralian dan Lopongian. Di periode Perm, reptilia yang serupa dengan mamalia mulai meningkat dan berkembangjumlahnya.

4. Silur
Silur yaitu kala yang dimulai dari terjadinya kepunahan besar-besaran. Dimana pada abad tersebut, 60% spesies yang ada di laut mengalami kemusnahan. Masa ini dimulai pada tamat Ordovisium yakni 1,5 juta tahun yang lampau hingga dengan permulaan kurun Devon adalah 2,8 juta tahun kemudian.

5. Karbon
Pada abad ini, terdapat lapisan kapur di Eropa Barat. Benua-benua bergabung lalu membentuk daratan luas yang terdiri dari kalangan-golongan kecil yang memiliki "jembatan" darat mulai dari daratan Eropa ke Amerika. Lalu "jembatan" Afrika ke daratan Antartika, Australia dan Amerika Selatan.

Baca juga: Peninggalan Zaman Batu di Indonesia

Terjadinya tumbukan antar benua tersebut kesudahannya membentuk sabuk Pegunungan Appalachian yang terletak di bab timur Amerika Utara serta Pegunungan Hercynian yang ada di Inggris. Pada periode karbon, pohon-pohon konifer mulai bermunculan. Tumbuhan hutan dan amfibi juga mulai berkembang. Muncul pohon pertama ialah tanaman fern paku dan jamur klab di rawa-rawa.

Demikianlah ciri ciri zaman paleozoikum berdasarkan abad masanya. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan dan wawasan Anda.

Sumber https://www.geologinesia.com/

Pembagian Zaman Watu Lengkap Dengan Ciri-Ciri Dan Peninggalan Budayanya

Zaman batu ialah zaman yang menunjukkan bahwa insan sudah mulai mampu berpikir untuk meringankan pekerjaannya. Karena pada zaman ini, manusia membuat segala sesuatunya dengan batu. Hal inilah yang membuat zaman ini diketahui dengan nama zaman watu.

Di zaman batu, manusia belum mengenal logam. Alat kerikil yang dibentuk dipakai untuk bertahan hidup. Sebab intinya, mereka masih bergantung pada alam. Pada dasarnya, pembagian zaman watu tidak begitu jelas batas waktunya. Karena zaman tersebut berjalan secara serentak.

Baca juga: Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum


Pembagian Zaman Batu Berdasarkan Perkembangannya
Berdasarkan perkembangannya, zaman watu dibagi menjadi 4 yaitu zaman batu besar, muda, tengah dan bau tanah. Keempat zaman tersebut mempunyai karakteristik yang berlainan-beda. Di bawah ini yakni pembagian zaman batu sekaligus dengan karakteristiknya yang perlu Anda pahami.

1. Zaman Batu Tengah
Zaman Batu Tengah disebut para peneliti dengan nama lain adalah Mesoitikum. Di zaman ini, manusia purba menciptakan alat dengan bentuk yang tidak dihaluskan, tidak diasah dan masih bernafsu. Alat tersebut mencakup kapak genggam atau peble. Alat-alat ini berasal dari potongan batu kali.

Di zaman kerikil tengah atau Mesolitikum, penduduk telah tidak berpindah-pindah atau menetap. Masyarakat kebanyakan tinggal di gua. Tapi ada pula masyarakat yang telah bisa menciptakan rumah dengan sangat sederhana. Mereka mulai berguru bercocok tanam untuk menyanggupi keperluan sehari-hari.

Di zaman mesolitikum, didapatkan bukit-bukit karang yang dihasilkan dari sampah dapur masyarakat dulu. Manusia di zaman tersebut juga sudah mampu mengenal seni. Hal ini tampakdari adanya beberapa lukisan di dalam dinding gua.

2. Zaman Batu Tua
Pembagian zaman watu berikutnya yaitu zaman batu bau tanah. Zaman ini diketahui dengan istilah Palaeolitikum. Palaeolitikum berjalan kurang lebih 600.000 tahun kemudian. Alat yang digunakan masyarakat masih garang dan belum diasah.

Baca juga: Ciri-Ciri Zaman Paleozoikum

Kehidupan penduduk di zaman ini masih sederhana dan sangat bergantung dengan alam. Tempat tinggalnya masih berpindah-pindah. Lokasi yang diseleksi untuk ditinggali masyarakat yakni daerah yang subur.

3. Zaman Batu Besar
Zaman Megalitikum atau zaman watu besar memberikan pertumbuhan yang cukup signifikan dalam kehidupan insan. Dimana pada zaman ini, sudah banyak bangunan yang yang dibuat dari batu besar. Dalam pengerjaan bangunan, penduduk hanya meratakan watu-watu besar hingga bangunannya terbentuk. Bangunan yang dibuat meliputi dolmen, peti kubur, arca-arca, kubur batu, menhir dan punden berundak-undak.

Sekedar gosip, dolmen yakni bangunan yang bentuknya seperti meja. Menhir ialah tugu, arca-arca yakni patung yang dianggap selaku nenek moyang, dan punden berundak ialah daerah pemujaan arwah nenek moyang.

4. Zaman Batu Muda
Neolitikum atau zaman kerikil muda adalah zaman dimana masyarakatnya sudah mampu menciptakan alat yang sudah dihaluskan dan diasah. Alat-alat yang dibentuk juga telah memiliki nilai seni. Pada zaman ini, alat yang dibentuk yakni kapak lonjong dan kapak persegi. Kapak persegi dibuat dengan bentuk trapesium. Tangkai yang dipakai untuk memegang kampak tersebut dibuat dari rotan yang melengkung.

Baca juga: Ciri-Ciri Zaman Neozoikum

Masyarakat pada zaman ini telah menempati rumahnya masing-masing. Rumah masyarakat dibentuk dari materi bambu, dedaunan dan kayu. Pada pembagian zaman batu ini, penduduk telah membentuk golongan. Bercocok tanam yakni salah satu cara yang dijalankan untuk bisa bertahan hidup. Masyarakat bercocok tanam menggunakan kapak lonjong dan kapak persegi. Selain digunakan untuk mencangkul, alat ini juga digunakan untuk menghantam atau memangkas.

Jika dilihat dari karakteristiknya, tidak aneh jika kebanyakan peneliti tidak begitu mampu membedakan batas waktu antar setiap zaman kerikil. Sekian informasi terkait pembagian zaman kerikil kali ini, semoga berfaedah.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Rabu, 15 Juli 2020

Apa Itu Zaman Megalitikum ? Pemahaman, Ciri-Ciri Peninggalan Dan Hasil Kebudayaannya

Zaman Megalitikum - Seperti yang dipelajari ketika di kursi sekolah, zaman dulu insan belum mengenal peralatan mutakhir. Peralatan dan segala piranti rumah yang dimiliki semua terbuat dari batu. Oleh alasannya adalah itulah kenapa zaman tersebut diketahui dengan sebutan zaman kerikil. Sekedar info, zaman kerikil dibedakan menjadi beberapa periode. Salah satunya adalah zaman megalitikum.

Megalitikum adalah zaman watu besar. Dikatakan sebagai zaman watu besar alasannya pada kurun tersebut, insan cuma mampu membuat peralatan dari gres dan berukuran besar. Ciri ciri zaman megalitikum dianalisis oleh para peneliti berdasarkan fosil peninggalannya. Dimana pada abad tersebut, terdapat peninggalan berbentukkapak kerikil, rumah batu dan perlengkapan lain yang yang dibuat dari kerikil.


Lalu apakah kalian tahu, apa saja ciri ciri peninggalan pada zaman megalitikum?

Zaman megalitikum merupakan zaman watu besar. Ukuran perlengkapan yang dibentuk masih sungguh berangasan dan besar. Pada abad megalitikum, penghuni telah mempunyai keyakinan. Walaupun memang belum mengenal adanya Tuhan, akidah yang dimiliki penghuni di masa megalitikum adalah percaya kepada roh-roh nenek moyang.

Sampai dengan dikala ini, kebudayaan masyarakat di zaman kerikil ini masih mampu ditemukan di Indonesia. Suku yang masih aktif membuat perlengkapan dari material batu besar ialah Nias.

Sekedar gosip, ungkapan megalitikum diambil dari dua kata adalah Mega yang artinya yaitu besar. Sedangkan litikum berasal dari ungkapan lithos yang artinya ialah watu. Bagi Anda yang penasaran dengan apa saja ciri ciri zaman megalitikum, di bawah ini ialah ulasan lengkapnya.


1. Kebudayaan
Megalitikum meninggalkan kebudayaan yang cukup unik dan mempesona. Bahkan kebudayaannya tersebut masih mampu Anda jumpai hingga dengan sekarang ini. Hal tersebut dikarenakan adanya suku di tanah air yang masih melestarikan kebudayaan yang ada di zaman megalitikum. Salah satu kebudayaan yang ditinggalkan ialah bangunan batu berundak-undak yang diketahui dengan sebutan punden berundak.

Ciri ciri zaman megalitikum berikutnya yakni bangunan berupa tugu batu berjulukan menhir yang lazimnya digunakan oleh masyarakat megalitikum untuk menyelenggarakan upacara penghormatan terhadap roh-roh nenek moyang.

Selain itu, ada pula dolmen yakni meja besar yang terbuat dari watu. Meja ini dipakai untuk menaruh sesaji dalam kegiatan pemujaan. Terkadang, di bawah dolmen juga ditaruh mayit. Pada kala tersebut, kebudayaan yang cukup unik ialah adanya waruga yang dijadikan sebagai peti kubur. Waruga yaitu karya yang dihasilkan oleh orang-orang Minahasa.

2. Manusia Pendukung
Megalitikum dikenal selaku zaman kerikil besar karena pada zaman tersebut, masyarakatnya bisa membentuk monumen dengan ukuran besar yang terbuat dari bebatuan. Memang, kebudayaan ini telah mulai timbul pada zaman neolitikum final. Hanya saja kebudayaan manusia ini meningkat pada zaman megalitikum. Hal inilah yang menciptakan ciri ciri zaman megalitikum sekilas seperti zaman neolitikum pada era selesai.

3. Corak Kehidupan
Ciri-ciri dari zaman megalitikum berikutnya yang mampu Anda lihat dari zaman megalitikum ialah corak kehidupannya yang unik dan menawan. Bahkan corak kehidupan tersebut masih dipraktekkan oleh beberapa suku di tanah air.

Pada zaman megalitikum, masyarakat telah mampu beraktivitas dengan baik. Aktivitas yang dilakukan lazimnya yaitu bercocok tanam dan mengumpulkan dari hasil memburu. Untuk mencari makanan, Manusia di zaman tersebut memakai peralatan yang terbuat dari kerikil besar.

Masing-masing zaman watu memang mempunyai karakteristik dan ciri yang berbeda-beda. Masing-masing zaman juga mempunyai keunikannya sendiri. Seperti megalitikum yang memiliki ciri khas berupa bangunan kerikil besar yang megah dan besar lengan berkuasa. Demikianlah zaman megalitikum beserta ciri-cirinya yang bisa dijadikan sebagai tumpuan, biar berguna.
Sumber https://www.geologinesia.com/