Tampilkan postingan dengan label Mineral. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mineral. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Februari 2021

Deskripsi Dan Kegunaan Mineral Feldspar

Apa itu Feldspar?

Kata feldspar berasal dari dua suku kata dalam bahasa Swedia ialah "feldt atau falt" yang bermakna medan dan "spath" yang mempunyai arti belahan batuan dalam granit (Deer dkk, 1966). Pengertian "spar" lebih diperjelas lagi oleh Castle dan Gilson (1960) yang mengutip istilah "spat" dalam bahasa Jerman dan mengacu terhadap setiap mineral transparan atau translucent berkarakter bidang belah.

Pada mulanya istilah "spar" dipakai untuk menamakan setiap mineral selain dari feldspar itu sendiri, seperti terhadap barit, kalsit, dan fluorit (Rogers dan Neal, 1975), selaku contoh ungkapan barium feldspar. Dalam hal ini pemahaman feldspar untuk kebutuhan komersial hanya mengacu kepada 3 mineral silikat yang mempunyai formula K3AlSi3O8 (ortoklas atau mikroklin), NaAlSi3O8 (albit) dan CaAl2Si2O8 (anortit).

Ortoklas, anortit, dan albit hampir tidak dapat didapatkan dalam bentuk murni namun terdapat berbarengan secara melimpah. Albit dan anortit yakni mineral-mineral yang tergolong ke dalam golongan mineral plagioklas.

Bagaimana Feldspar Terbentuk?

Mineral pembentuk batuan dibedakan atas mineral mafik dan felsik; yang pertama mengacu terhadap mineral-mineral feromagnesian berbentukmineral-mineral silikat mengandung komponen besi (Fe) dan atau magnesium (Mg) sebagai bagian dominan.

Mineral mafik dikelompokkan menjadi olivin, hipersten, augit, hornblende, dan biotit. Warna mineral-mineral tersebut umumnya gelap (hijau gelap, coklat atau hitam).

Kata feldspar berasal dari dua suku kata dalam bahasa Swedia yaitu  Deskripsi dan Kegunaan Mineral Feldspar
Gambar mineral feldspar (K-feldspar).

Felsik (kependekan dari feldspar - silika) digunakan untuk mineral-mineral silikat berwarna lebih terang seperti kuarsa, feldspar dan felspatoid. Batuan yang memiliki komposisi mineral mafik lebih dominan disebut batuan basa sebaliknya jikalau komposisi mineral felsik lebih banyak disebut batuan asam, sedangkan batuan dengan komposisi mineral mafik dan felsik sepadan digolongkan ke dalam batuan intermediet.

Terbentuk dari proses kristalisasi magma, feldspar lazimnya berasosiasi dengan batuan granitis dan batuan metamorf. Akan tetapi, feldspar paling umum ditemui pada batuan beku korok pegmatis. Pegmatit yang memiliki nilai komersial umumnya mempunyai bentuk seperti lensa dengan panjang bermacam-macam dari 0,3 sampai 1500 m.

Karena terbentuk pribadi dari proses kristalisasi magma, jenis feldspar ini disebut feldspar primer, berukuran bergairah dan terdapat berasosiasi dengan kuarsa. Kehadiran kuarsa bersifat pengotor yang mesti dipisahkan pada dikala pengolahan. Untuk kebutuhan komersial, feldspar primer mesti mempunyai kadar alkali total (K2O + Na2O) lebih dari 10%.

Selain feldspar primer, terdapat pula jenis lain yang digolongkan ke dalam feldspar diagenetis dan aluvial. Kedua jenis feldspar di atas yakni feldspar sekunder. Yang pertama terbentuk alasannya proses diagenesis sedimen piroklastik halus asam yang terendapkan dalam lingkungan air lakustrin, yang berasosiasi dengan cekungan sedimen tersier, lazimnya endapan bentonit atau zeolit, feldspar diagenetis mempunyai kadar alkali total (K2O + Na2O) relatif rendah (5%).

Feldspar aluvial terjadi selaku akhir rombakan batuan granit dan batuan asam lainnya. Kadar alkali total berkisar antara 5- 10%. Kedua jenis feldspar banyak terkandung mineral ikutan, mirip mika, hematit, tourmalin, garnet dan kuarsa (Hardjatmo dkk, 1992).

Deskripsi Mineralogi Feldspar

Sebagai mineral silikat pembentuk batuan, feldspar memiliki kerangka struktur tektosilikat yang menunjukkan 4 (empat) atom oksigen dalam struktur tetrahedral SiO2 yang dipakai juga oleh struktur tetrahedra lainnya. Kondisi ini menghasilkan kisi-kisi kristal seimbang terutama bila ada kation-kation lain yang masuk ke dalam struktur tersebut seperti penggantian silikon oleh aluminium.

Terlepas dari bentuk strukturnya, apakah triklin atau monoklin, feldspar secara kimiawi dibagi menjadi empat kalangan mineral ialah kalium feldspar (rumus kimia: KAlSi3O8), natrium feldspar (Rumus Kimia: NaAlSi3O8), kalsium feldspar (Rumus kimia: CaAl2Si2O8) dan barium feldspar (Rumus Kimia: Ba Al2Si2O8).

Sedangkan secara mineralogi, feldspar dikelompokkan menjadi Plagioklas dan K-Feldspar. Plagioklas ialah seri yang menerus sebuah larutan padat tersusun dari variasi komposisi natrium feldspar dan kalsium feldspar. Kelompok feldspar memiliki struktur kristal triklin, terdiri dari Na-plagioklas murni (albit, disingkat Ab) sampai Ca-plagioklas murni (anortit, disingkat An).

Mineral yang tergolong kelompok K-feldspar diklasifikasikan berdasarkan suhu kristalisasinya, mulai dari sanidin (suhu tinggi), ortoklas, mikroklin hingga tubruk-laria (suhu rendah). Keempat mineral mempunyai rumus kimia sama adalah KAlSi3O8 dan (utamanya) ditemukan pada jenis batuan beku asam mirip granit dan sienit, disamping itu ditemukan pula pada batuan metamorfosis dan hasil rework pada batuan sedimen.

Kegunaan Feldspar dan Spesifikasinya

Keberadaan feldspar dalam kerak bumi cukup melimpah. Walaupun demikian untuk kebutuhan komersial dibutuhkan feldspar yang memiliki kandungan (K2O + Na2O) lebih dari 10%. Selain itu, material pengotor oksida besi, kuarsa, oksida titanium dan pengotor lain yang berasosiasi dengan feldspar diusahakan tidak terambil sesedikit mungkin.

feldspar dari alam sehabis diolah dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri tertentu. Mineral ikutannya juga dapat dimanfaatkan sesuai spesifikasi yang ditentukan. Industri keramik halus dan beling/gelas ialah dua industri yang paling banyak menyantap feldspar olahan, khususnya yang memiliki kandungan K2O tinggi dan CaO rendah.

Sebagai industri yang banyak memakan feldspar, industri keramik mensyaratkan beberapa hal untuk feldspar olahan supaya mampu dipakai. Untuk pembuatan glasir dengan bahan feldspar, tergantung kelasnya yang mengharuskannya mempunyai kandungan oksida natrium dan besi dalam jumlah tertentu. Kegunaan mineral ini dalam industri beling gelas dan kaca lembaran memiliki spesifikasi tertentu yang harus dipenuhi agar produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan pasar.

Sebagai unsur batu granit bersama kuarsa, mika dan mineral komplemen, keindahan feldspar dimanfaatkan untuk batu hias (ornament stone). Keindahan ini akan terlihat jika batuan granit tersebut sudah dipotong dalam bentuk lembaran (slab) dan dipoles.

Istilah bahwa feldspar ialah batuan ialah sesuatu hal yang salah kaprah. Feldspar bangun sendiri bersama beberapa mineral lain membentuk suatu batuan. Sebagai acuan kerikil granit yang dominan tersusun atas feldspar, dimana feldspar disini bertindak sebagai mineral dalam batuan granit, masyarakat awam banyak yang tidak mengetahui ihwal ini.

Update data: Januari 2021

Sumber https://www.geologinesia.com/

Kamis, 25 Februari 2021

Gipsum Bukan Batuan Tetapi Mineral

Pengertian Gipsum

Secara lazim, orang sering menyebut gipsum dengan perumpamaan Batu Gipsum atau Batuan Gipsum, ini ialah hal yang keliru alasannya gipsum ialah sebuah mineral, bukannya batuan. Sebagai seorang geologist, pemahaman gipsum ini harus dimengerti supaya kita tidak meneruskan kekeliruan yang sama di penduduk awam.

Keterdapatan gipsum di alam berupa mineral hidrous (CaSO4 2H2O). Jenis batuan pembawa mineral ini lazimnya adalah satinspar, alabaster, gipsit, dan selenit. Warna Gipsum mulai dari putih, putih kekuning-kuningan hingga abu-bubuk.


Selain di alam, gipsum mampu diperoleh dengan memproses air laut dan air kawah yang banyak mengandung sulfat dengan menambahkan komponen kalsium ke dalamnya. Selain itu diperoleh pula dari hasil sampingan industri kimia yang disebut gipsum sintetis.

Bagaimana Gipsum Terbentuk?

Gipsum yaitu mineral hidrous kalium sulfat (CaSO4 2H2O) yang terjadi di alam, berbentuk endapan sedimen mendatar dan erat dengan permukaan bumi dan memiliki sebaran yang luas. Gipsum sering berasosiasi dengan batu kapur, batu serpih, batu pasir, marmer, dan lempung. Mineral lain yang senantiasa berasosiasi dengan gipsum adalah mineral anhidrit (CaSO4), mineral sulfat sejenis gipsum tetapi tidak mengandung kristal H2O.

Sebagian besar endapan gipsum terbentuk dari air bahari dan cuma sedikit yang berasal dari endapan danau yang mengandung garam. Gipsum juga mampu terjadi dari hasil acara vulkanik, gas H2S dari fumarol bereaksi dengan kapur dan hasil pelapukan batuan. Endapan gipsum mampu ditemukan dalam 5 bentuk ialah :
  1. Batuan pembawa gipsum yang berupa granular dan buram serta mengandung sedikit dolomit, kerikil kapur dan kadar CaSO4 sebesar 76%.
  2. Gipsit yang bersifat lunak dan kurang murni.
  3. Alabaster mempunyai bentuk padat, berbutir halus, berwarna putih dan agak bening.
  4. Satinspar berupa serat dan berkilap (fiber), kadang-kadang ditemukan dalam lapisan tipis dengan bentuk kristal.
  5. Selenit yang berbentuk kristal dan transparan.


Deskripsi Mineralogi Gipsum

Gypsum merupakan mineral evaporite yang paling sering didapatkan dalam deposit sedimen berlapis yang berhubungan dengan mineral halit, anhidrit, belerang, kalsit dan dolomit. Gipsum (CaSO4.2H2O) sungguh seperti dengan mineral anhidrit (CaSO4). Perbedaan kimianya yaitu bahwa gypsum berisi dua ikatan hidrogen dioksida (air) dan sedangkan anhidrit ialah tanpa air. Gipsum yakni mineral sulfat yang paling umum ditemui.

Gipsum memiliki sifat fisik berwarna putih, kuning, abu-abu, merah jingga, hitam jika tak murni. Spesifik gravity 2,3. Kekerasan 2,0 (skala Mohs). Bentuk mineral kristalin, serabut dan masif dan memiliki beragam kilap mirip "vitreous", "silky", dan "sugary".

Secara kimia gipsum mengandung SO3 46,5%, CaO 32,6%, dan H2O 20,9%. Kelarutan gipsum dalam air adalah 2,1 gr/liter air pada suhu 40 Derajad celcius, 1,8 gr/liter air pada suhu 0 Derajad celcius, dan 1,9 gr/liter air pada suhu 70-90 Derajad celcius. Kelarutan gipsum akan bertambah seiring dengan penambahan HCl dan HNO3.

 orang sering menyebut gipsum dengan istilah Batu Gipsum atau Batuan Gipsum Gipsum Bukan Batuan Tetapi Mineral
Gambar gipsum dan sifat fisiknya.

Kegunaan dan Spesifikasi Gipsum

Gipsum dipakai selaku bahan baku atau materi penolong pada industri semen, pertanian, materi bangunan dan lain-lain. Manfaat gipsum baik di sektor industri maupun kontruksi terbagi atas dua macam adalah yang telah dikalsinasi dan yang belum.

Gipsum yang belum dikalsinasi banyak digunakan untuk industri semen Portland (sebagai retarder semoga semen tidak cepat membeku). Jika pembuatan semen sudah berbentuk klinker maka gipsum (atau adonan gipsum dan anhidrit) akan dicampurkan dan digerus bahu-membahu klinker tadi sehingga menjadi semen Portland.

Gipsum yang sudah di Kalsinasi dapat dipakai di sektor kontruksi untuk "wall board" dan partisi, yakni gipsum plaster. Dalam Bidang kedokteran untuk cetakan gigi, pengobatan tulang yang patah dan lain-lain.

Dalam Industri keramik/saniter untuk cetakan (moulding dan potting plaster); dengan kriteria berdasarkan ASTM. Selain itu gipsum juga digunakan dalam industri pasta gigi, bahan tahan api (gipsum plaster diaduk dengan 20% air), sumber pengerjaan asam sulfat, amonium sulfat, kapur tulis dan sebagai materi yang dipakai dalam kegiatan pengeboran.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Rabu, 24 Februari 2021

Dolomit Yakni Mineral, Bukan Batuan

Apa itu Dolomit?

Sama halnya dengan gipsum yang sering disebut selaku batuan, dolomit pun di masyarakat awam disebut dengan batu dolomit atau batuan dolomit. Perlu diketahui bahwa dolomit bukan batuan, namun ialah mineral.

Dolomit yaitu kelompok mineral sangat unik, dan jikalau ketimbang kalsit yang mudah diketahui , baik cara terbentuknya, penamaan, maupun mineral penyusunnya. Untuk membedakan antara keduanya cuma dapat dijalankan dengan memakai peralatan bantu seperti mikroskop elektron (scanning electron microscope-SEM), zat pewarna (stainning) serta difraksi sinar-X.


Dolomit didapatkan tahun 1795 oleh de Dolomieu di tempat Tyrol, Perancis Selatan dikala menganalisis watu gamping dan ternyata didapatkan kandungan magnesium sungguh tinggi pada batuan tersebut. Dolomit ialah karbonat kembar berunsur kalsium (Ca) dan magnesium (Mg).

Pemanfaatan dolomit di sektor industri karena komponen magnesiumnya. Unsur oksida maupun hidroksida magnesium dalam dolomit memiliki sifat sangat bagus, khususnya sifat refraktori serta derajat kecerahan, bahkan warna putih oksida ini dijadikan persyaratan untuk mengukur derajat kecerahan materi lain.

Pembentukan Dolomit

Keterdapatan dolomit di alam tidak seperti batugamping, namun tersebar cukup luas dalam jumlah relatif banyak. Hingga ketika ini, mula jadi mineral dolomit masih menjadi tanda tanya serta masih diperdebatkan oleh para jago.

Proses hidrotermal yaitu salah satu teori mula jadi dolomit. Walaupun demikian ada beberapa teori mula jadi dolomit, diantaranya ialah :
  • Cara Primer: merupakan sedimentasi eksklusif dari air maritim yang belum mampu dibuktikan. Secara lazim, dolomit berbentuk urat, terbentuk bahu-membahu dalam cebakan bijih;
  • Cara Sekunder: adalah mineral dolomit terjadi sebab penggantian mineral kalsit. Beberapa mineral sekunder membentuk kristal yang tidak tepat karena absorpsi magnesium dari air maritim ke dalam batugamping, yang lebih diketahui dengan proses dolomitisasi, yaitu proses perubahan mineral kalsit menjadi dolomit. Dolomit sekunder dapat juga terbentuk alasannya adalah proses presipitasi sebagai endapan evaporit.


Faktor yang berpengaruh kepada pembentukan dolomit sekunder, antara lain adanya tekanan air yang banyak mengandung unsur magnesium dan prosesnya berjalan dalam waktu usang. Semakin tua umur batugamping, makin besar kemungkinan untuk menjelma dolomit. Dapat dibilang bahwa dolomit yang sering kita temui terbentuk karena proses pergantian (diagenesis), peralihan mineral kalsit maupun aragonit.

Dolomit terdapat dalam batuan segala umur, khususnya pada batuan lebih tua dari Holosen. Dolomit umumnya terdapat bantu-membantu dengan kalsit atau lazimdisebut juga dengan dolomitisasi serta dedolomitisasi.

Proses dolomitisasi sering terjadi jika kalsit menjelma mineral dolomit, sedangkan dedolomitisasi kalau dolomit berganti kembali menjadi mineral kalsit. Secara lazim proses dolomitisasi dapat terjadi sebagai berikut:
  1. Pemompaan kembalinya air maritim yang terperangkap melalui batugamping
  2. Pencampuran antara air maritim dan air tanah dalam lapisan batugamping
  3. Pengaruh air hujan melarutkan serta memindahkan ion magnesium dari mineral kalsit yang satu ke mineral kalsit lain atau dari mineral lempung
  4. Proses penguapan dan pengendapan dari air maritim
  5. Proses hidrotermal
  6. Peresapan air maritim yang terperangkap ke dalam lapisan batugamping dibawahnya.

Deskripsi Mineral Dolomit

Sebagai salah satu rumpun mineral karbonat, mineral dolomit murni secara teoritis mengandung 45,6% MgCO3 atau 21,9% MgO dan 54,3% CaCO3 atau 30,4% CaO. Rumus kimia mineral dolomit dapat ditulis selaku CaCO3.MgCO3, CaMg(CO3)2 atau CaxMg1-xCO3, dengan nilai x lebih kecil dari satu.

Dolomit yang ada di alam jarang dalam keadaan murni, sebab biasanya mineral ini selalu terdapat bahu-membahu dengan batugamping. Dalam batuan dolomit, mineral kalsit adalah pengotor paling utama, disamping mineral kuarsa, lempung maupun pirit. Dalam mineral dolomit terdapat juga ion-ion pengotor, terutama ion besi (Fe).

Sama halnya dengan gipsum yang sering disebut sebagai batuan Dolomit adalah Mineral, Bukan Batuan
Gambar mineral dolomit dan sifat fisiknya.

Dolomit berwarna putih keabu-abuan atau kebiru-biruan dengan kekerasan lebih lunak dari batugamping, yaitu berkisar antara 3,5 - 4, bersifat pejal, berat jenis antara 2,8 - 2,9, berbutir halus sampai berangasan dan memiliki sifat gampang menyerap air serta mudah dihancurkan.

Klasifikasi dolomit dalam industri didasarkan atas kandungan unsur magnesium. Kandungan bagian magnesium inilah sangat menentukan nama dolomit. Misalnya, batugamping mengandung ± 10 % MgCO3 disebut batugamping dolomitan, sedangkan jikalau mengandung 19 % MgCO3 disebut dolomit.

Kegunaan Dolomit

Pemanfaatan dolomit dalam industri tidak seluas penggunaan batugamping dan magnesit. Kadang-kadang kegunaan dolomit ini sejalan atau sama dengan penggunaan batugamping atau magnesit untuk sebuah industri tertentu. Akan namun, biasanya dolomit lebih diminati sebab banyak terdapat di alam.

Tidak semua dolomit alam mampu digunakan secara pribadi untuk industri. Hal ini disebabkan oleh adanya pengotor yang terkandung didalamnya baik berupa batuan, mineral maupun bagian tertentu. Penyebab lainnya yaitu sifat fisik yang tidak memenuhi syarat untuk industri tertentu.

Oleh karena itu, sebelum digunakan dolomit tersebut mesti di proses apalagi dahulu untuk menghilangkan kotoran, memaksimalkan mutu serta memperbaiki sifat fisik yang diharapkan oleh industri yang memerlukannya.

Pengolahan dolomit paling sederhana ialah dengan cara pembakaran. Pada pembakaran tersebut dolomit akan melepaskan karbon dioksida (CO2). Suhu yang diharapkan untuk melepaskan CO2 pada tekanan 1 atmosfir kira-kira 725C.

Perubahan suhu tergantung dari jenis tanur (kiln) yang dipakai, tetapi kadang kala juga dipengaruhi oleh pengotor di dalam dolomit. Hasil pembakaran ini disebut doloma tohor (CaMgO2) yang masih bersifat reaktif. Apabila bercampur dengan air, maka terbentuklah doloma padam.

Pembakaran dolomit dapat dilakukan dalam tanur tegak atau tanur berputar. Penggunaan tanur berputar berkapasitas tinggi mampu meminimalisir ongkos. Biasanya dolomit harus dihancurkan apalagi dulu menjadi partikel berukuran 3 - 40 mm. Dalam tanur tegak, ukuran yang digunakan ialah 40 - 150 mm dan menciptakan dolama berkualitas baik, terutama untuk pembuatan bata tahan api.

Penggunaan yang lain dari dolomit, yakni dalam industri refraktori, tungku pemanas atau tungku pencair, dan juga dalam industri pupuk sebagai bahan baku pupuk dolomit. Fungsi pupuk dolomit yakni untuk memajukan pH tanah, disini bagian Mg dalam dolomit sungguh berperan.

Dolomit juga mampu dipakai pada industri cat selaku pengisi (filler), industri kaca, plastik, kertas, materi pembuat semen, sorel, sea water magnesia, industri alkali, pembersih air, industri ban, plywood, industri obat-obatan maupun kosmetik, gabungan kuliner ternak, industri keramik, serta materi penggosok (abrasive).
Sumber https://www.geologinesia.com/

Selasa, 23 Februari 2021

Mineral Pirit Selaku Isyarat Adanya Emas

Apa itu Mineral Pirit ?

Pirit yaitu mineral berwarna kekuningan dengan kilap logam yang cerah. Pirit mempunyai rumus kimia FeS2 (disulfida besi) dan ialah mineral sulfida yang paling umum ditemui. Pirit bisa terbentuk pada suhu tinggi-rendah dan keterdapatannya bisa dalam batuan beku, metamorf dan sedimen meskipun dalam jumlahnya yang sedikit.

Nama "pirit" berasal dari bahasa Yunani "pyr" yang berarti "api." Nama ini diberikan karena pirit dapat dipakai untuk membuat bunga api yang dibutuhkan untuk menciptakan api kalau dipukul terhadap logam atau materi keras yang lain.


Di penduduk , pirit mempunyai berbagai julukan yang sangat populer diantaranya yakni "penghantar emas", "emas muda", bahkan ada yang juga menyebutnya selaku "emas imitasi". Hal ini dikarenakan pirit mempunyai warna mineral yang mirip emas.

Dengan kilap logam dan berat jenis yang tinggi sering menjadikan orang keliru untuk membedakan pirit dengan emas, bahkan pada prospektor emas berpengalaman sekalipun. Namun, yang perlu diamati disini bahwa kedua mineral ini sering terbentuk tolong-menolong, bahkan pada beberapa deposit, pirit mengandung kandungan emas yang bernilai hemat untuk ditambang.

Bagaimana Mengidentifikasi Mineral Pirit ?

"Handspecimens" atau conto pirit biasanya gampang untuk diidentifikasi. Mineral ini senantiasa memiliki warna kekuningan, kilap logam dan berat jenis yang tinggi. Satu-satunya mineral yang memiliki sifat fisik yang seperti dengan pirit ialah markasit, suatu dimorph pirit dengan komposisi kimia yang serupa namun mempunyai struktur kristal ortorombik.

Markasit tidak memiliki warna kuning terang seperti pirit, tetapi berwarna kuningan pucat kadang kala tampakdengan warna sedikit hijau. Markasit lebih ringkih dari pirit dan juga mempunyai berat jenis sedikit lebih rendah adalah 4,8.


Sebenarnya pirit dan emas mampu dengan gampang dibedakan, emas sangat lembut dan akan penyok bila diberikan tekanan (emas sifatnya elastis). Emas mempunyai cerat berwarna kuning, sementara pirit berwarna hitam kehijauan. Selain itu emas memiliki berat jenis yang lebih tinggi dari pirit. Dengan Melakukan pengujian kecil akan membantu Anda membedakan antara pirit dengan emas.

Pirit adalah mineral berwarna kekuningan dengan kilap logam yang cerah Mineral Pirit Sebagai Petunjuk Adanya Emas
Gambar mineral pirit dan sifat fisiknya.

Apa Kegunaan Mineral Pirit ?

Pirit berisikan besi dan welirang (FeS2), namun mineral ini bukan ialah sumber utama dari komponen besi. Besi umumnya diperoleh dari bijih oksida seperti hematit dan magnetit. Deposit Oksida besi di alam jauh lebih besar dibandingkan besi sulfida dan juga lebih mudah mengekstraknya menjadi logam besi dibanding besi sulfida.

Pirit digunakan selaku bijih utama dalam memproduksi belerang (welirang) dan asam sulfat. Saat ini sebagian besar sulfur diperoleh selaku produk sampingan dari pengolahan gas alam dan minyak mentah. Beberapa belerang terus diproduksi dari pirit selaku produk sampingan dari produksi emas.

Penggunaan yang terpenting dari pirit sebenarnya ialah selaku mineral prospeksi yang mampu menandakan keberadaan bijih emas. Emas dan pirit terbentuk pada kondisi yang sama dan terbentuk tolong-menolong dalam suatu batuan. Dalam beberapa deposit, sejumlah emas terbentuk selaku inklusi dan substitusi dalam pirit.

Akan namun, kita juga mesti berhati-hati karena pirit juga mampu terbentuk sebagai pengganti materi organik pada sedimen organik mirip batubara dan serpih hitam. Pembusukan bahan organik dalam batuan akan menyantap oksigen dan melepaskan welirang. Pada kondisi demikian, pirit tidak mampu dijadikan petunjuk akan keberadaan emas.

Beberapa pirit mampu mengandung 0,25% berat emas ataupun lebih. Meskipun nilai ini yakni nilai terkecil dari bijih, tetapi harga emas yang sangat tinggi ditambah produk pirit mungkin akan menciptakan nilai tambang menjadi lebih irit.

Misalnya, jikalau pirit mengandung 0,25% emas dan harga emas yaitu $1500 per troy ounce, maka 1 ton pirit akan berisi sekitar 73 troy ons emas senilai lebih dari $109.000. Namun ini bukan menjadi jaminan yang akan menghadirkan laba, karena dasar perhitungan keuntungan berada pada nilai "cost recovery" pengambilan emas dalam pirit.

Pada sekitar tahun 1800-an, Pirit sungguh terkenal di amerika dan eropa alasannya dipakai selaku watu permata. Dahulu sebagian besar batu embel-embel disebut "markasit", tetapi sesungguhnya mereka ialah pirit.

Markasit tidak sesuai untuk dijadikan tambahan sebab mineral ini cepat mengalami oksidasi, dan produk oksidasinya sungguh menyebabkan kerusakan fisik dari suatu aksesori. Namun, pirit pun bahwasanya bukanlah kerikil embel-embel yang manis alasannya adalah mineral ini mudah terkorosi.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Jumat, 19 Februari 2021

Deskripsi, Genesa Dan Kegunaan Mineral Kalsit

Apa itu Mineral Kalsit ?

Kalsit adalah mineral karbonat dan polimorf kalsium karbonat yang paling stabil. Kalsit ialah mineral penyusun berbagai jenis batuan dengan rumus kimia CaCO3. Kalsit sangat biasa didapatkan di seluruh dunia baik di dalam batuan sedimen, batuan metamorf, maupun batuan beku. Beberapa jago geologi menganggapnya selaku "ubiquitous mineral" atau mineral yang dapat hadir di nyaris semua jenis batuan.

Mineral kalsit merupakan mineral utama pembentuk watu kapur (batugamping) ataupun batu marmer. Kedua batuan tersebut sungguh banyak didapatkan di permukaan bumi dan selaku salah satu repositori karbon paling besar di planet kita. Sifat fisik dan kimia dari mineral kalsit menjadikannya sebagai salah satu mineral yang paling kerap muncul.


Kalsit dapat dipakai selaku materi konstruksi, material abrasif, pupuk pertanian, agregat untuk konstruksi bangunan, pigmen, farmasi, dan masih banyak lagi kegunaan lainnya. kalsit memiliki lebih banyak kegunaan dibandingkan mineral-mineral yang lain.

Baca juga tentang: Mineral Intan

Batu Kalsit Mengacu Pada Genesa Batu Kapur dan Marmer

Secara umum, proses terbentuknya mineral kalsit (genesa) ataupun keterdapatan kalsit berhubungan dekat dengan pembentukan watu kapur dan watu marmer. Mungkin itulah yang menciptakan banyak orang awam menyebut mineral kalsit selaku batu kalsit. Akan namun, perlu dimengerti bahwa kalsit bukan batuan, tetapi merupakan mineral utama penyusun batu gamping maupun watu marmer.

Batu kapur (batugamping) yakni batuan sedimen yang secara umum dikuasai tersusun atas mineral kalsit. Batuan tersebut terbentuk baik dari presipitasi kimia kalsium karbonat maupun transformasi dari serpih, koral, alga yang mengalami diagenesis. Batu kapur juga mampu terbentuk sebagai deposit di gua-gua akibat pengendapan kalsium karbonat.

Baca juga: Ciri Ciri Batu Gamping

Marmer adalah batuan yang terbentuk ketika watu kapur dikenai panas dan tekanan. Penyelidikan pada marmer umumnya akan mengungkapkan pembelahan mineral kalsit secara jelas. Ukuran kristal kalsit ditentukan oleh tingkat metamorfosis. Marmer yang mengalami tingkat metamorfisme tinggi lazimnya akan memiliki kristal kalsit yang lebih besar.

Di alam, kalsit bisa ditemukan dalam kondisi murni maupun tidak murni. Kalsit yang tidak murni disebabkan alasannya adanya mineral pengotor akhir penggantian (substitusi) bagian kalsium (Ca) oleh komponen lain berbentuklogam mirip Fe, Mg, dan Mn.


Kristal Kalsit dan Deskripsi Sifat Fisiknya

Unsur kimia pembentuk kristal kalsit terdiri atas kalsium (Ca) dan karbonat (CO3). Sistem kristal kalsit ialah heksagonal dengan bagian rhombohedral, tidak berwarna dan transparan. Kalsit memiliki berat jenis 2,7 dengan kekerasan 3 Skala Mohs.

Kalsit dapat berbutir halus sampai berangasan dan mampu terbentuk selaku stalaktit, oolitik, atupun pisolitik. Kalsit yang murni kebanyakan berwarna putih, sedangkan yang tidak murni (alasannya adalah subsitusi) berwarna abu-bubuk, merah, hijau, kuning, ataupun coklat.

Kalsit adalah mineral karbonat dan polimorf kalsium karbonat yang paling stabil Deskripsi, Genesa dan Kegunaan Mineral Kalsit
Gambar mineral kalsit dan sifat fisiknya.

Unsur Kalsium (ca) dalam kalsit mampu tergantikan oleh unsur logam selaku pengotor yang dalam prosentasi berat tertentu membentuk mineral lain. Berdasarkan sifat fisik berupa tata cara kristal, kalsit mampu dibedakan dari aragonit (CaCO3). Aragonit memiliki tata cara kristal ortorombik, sedangkan kristal kalsit yaitu heksagonal.

Dalam pembentukan kerikil marmer sifat fisik dan kimia kalsit berganti alasannya adalah proses metamorfosa (tekanan dan temperatur yang tinggi). Semua ini mampu menjelaskan wacana banyaknya mineral yang mampu berasosiasi dengan mineral kalsit.

Kegunaan Kalsit Pada Konstruksi dan Industri Kimia

Sektor konstruksi yakni pelanggan utama dari kalsit dalam bentuk batu kapur dan marmer. Batuan ini sudah banyak digunakan selama ribuan tahun. Blok watu kapur selaku materi konstruksi utama digunakan di banyak piramida di Mesir dan Amerika Latin.

Lihat juga mengenai: Manfaat Batu Gamping

Saat ini, batu kapur (batugamping) dan marmer digunakan selaku batuan pernak-pernik konstruksi seperti lantai/ubin dan pagar, ini sudah tentu sehabis melalui tahapan pemolesan sehingga menghasilkan corak yang lebih indah.

Konstruksi terbaru menggunakan kalsit dalam bentuk batu kapur dan marmer untuk menciptakan semen dan beton. Bahan-materi ini mudah dicampur, dimuat dan ditempatkan dalam bentuk bubur yang akan mengeras menjadi materi konstruksi tahan lama. Beton digunakan untuk membuat bangunan, jalan raya, jembatan, dinding dan banyak struktur lainnya.

Di industri kimia, kalsit digunakan untuk memproduksi kaustik soda dan alkali lainnya dengan menggunakan solvay process. Kalsit jenis ringan berfungsi selaku filler, extender coating pada industri cat, karet, farmasi, dan plastik. Produk lain yang banyak dihasilkan dari mineral ini yaitu kalsium hipklorit, asam sitrit, propilin oksida, gliserin, dan fosfat (lihat disini Manfaat Fosfat).

Kalsium karbonat yang berasal dari batugamping atau marmer dengan kemurnian tinggi digunakan juga dalam industri kimia obat. Kalsium karbonat dapat dibentuk menjadi tablet kunyah yang dipakai dalam netralisasi asam lambung. Kalsit juga merupakan materi utama pada banyak obat pencernaan dan penyakit lainnya.

Pupuk Kalsit Berasal Dari Kapur Kalsit

Kalsit memiliki kegunaan sebagai penetral asam. Selama ratusan tahun, orang-orang menggunakan watu kapur dan marmer yang telah dihancurkan untuk menetralkan tingkat keasaman tanah. Mereka melakukannya dengan cara menyebar debu hasil penghancuran kerikil kapur atau marmer tersebut ke atas tanah. Terkadang juga mereka aben/memanaskannya untuk menghasilkan kapur yang dapat bereaksi dengan segera dalam menetralkan pH tanah (keasaman tanah).

Kegiatan diatas pada zaman terbaru dikala ini dikenal sebagai pemupukan. Bubuk kalsit tidak dihancurkan lagi secara manual, namun telah di proses dengan modern dengan menambahkan unsur nutrisi yang diperlukan oleh tanah.

Pemupukan tanah balasannya akan optimal kalau keasaman tanah mampu dikurangi dan tanah senantiasa mendapatkan suplai nutrisi yang cukup. Kapur kalsit yang dipakai dapat berupa kapur tohor (quik lime), kapur padam (hidrated lime), ataupun dalam bentuk tepung yang ongkosnya lebih murah ketimbang jenis yang lain.

Kegunaan Kalsit Lainnya

Kegunaan lainnya dari mineral kalsit yaitu untuk pemurnian gula bit, selaku pengawet masakan kaleng (meminimalisir keasaman), pembuatan baja (sebagai fluks atau slag), flotasi logam, pembuatan kertas (menerima alkali pada proses sulfat), pembuatan gelas, peralatan optik, pakan ternak, kosmetik, dan PVC polymer. Secara biasa , kalsit digunakan diberbagai sektor industri didasarkan atas sifat fisik dan kimianya.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Minggu, 14 Februari 2021

Intan Ialah Mineral, Bukan Kerikil Permata Ataupun Berlian

Pengertian Intan

Intan (diamond) adalah mineral yang langka, yang terjadi secara alamiah dan terdiri dari komponen karbon. Setiap atom karbon dalam intan dikelilingi oleh empat atom karbon yang saling terhubung dengan sebuah ikatan kovalen yang besar lengan berkuasa. Intan ialah mineral sederhana, seragam, dan populer sungguh berpengaruh.

Intan sangat menarik, dikarenakan ikatan kimianya yang alami menciptakan mineral ini sangat resisten. Sifat resisten ini membuatnya cocok digunakan selaku alat pemotong dan untuk kebutuhan lainnya dimana daya tahan/kekuatan material diharapkan.


Mineral intan juga memiliki sifat optik yang khusus, mirip indeks refraksi yang tinggi, dispersi tinggi, dan kilau tinggi. sifat ini membuat intan dijadikan kerikil permata yang paling terkenal di dunia yang sering disebut selaku berlian.

Berlian yaitu intan yang telah diproses dengan cara penggosokan dan sudah dibuat sesuai dengan kaidah-kaidah pemotongan (cutting), dan telah siap untuk dijadikan aksesori kalung, gelang, cincin, bross, dan lain-lain.

Lihat disini: Daerah Penghasil Intan

Intan ialah sebuah misteri, mereka berisikan unsur karbon sehingga banyak orang yakin bahwa intan terbentuk dari batubara. Masih banyak dosen ataupun guru disekolah/kampus yang mengajarkan bahwa intan terbentuk dari batubara, dan ini yaitu hal yang tidak benar.

Perbedaan Intan, Berlian, Permata, dan Batu Mulia

Masih banyak orang yang galau dengan penggunaan ungkapan dalam dunia "gemstone". ungkapan-perumpamaan tersebut sungguh banyak yang keluar dari fakta ilmiah. Sebagai seorang geologist, diharapkan kita mampu mengetahui penggunaan perumpamaan tersebut dan berusaha memberi pemahaman ke masyarakat perihal penggunaan perumpamaan tersebut.


Dibawah ini disajikan sejumlah rangkuman fakta ilmiah yang mampu menjawab perbedaan antara intan, watu mulia, permata, berlian, batu hias dan sebagainya :
  • Intan ialah mineral, bukan batuan.
  • Tidak benar intan terbentuk dari batubara.
  • Berlian ialah intan yang sudah diproses.
  • Batu Mulia ialah semua jenis mineral dan batuan yang memiliki sifat fisik, kimia dan keterdapatan yang langka membuatnya bernilai hemat.
  • Batu mulia terdiri atas 3 jenis yaitu ; kerikil permata (precious stones), watu setengah permata (semi-precious stones), dan watu hias (ornamental stones).

Baca juga tentang: Pengertian Mineral

Bagaimana Intan Terbentuk ?

Di permukaan bumi, intan telah bukan mineral yang original. Hal ini dikarenakan mereka terbentuk pada suhu dan tekanan yang tinggi pada mantel bumi, sekitar 100 mil dibawah permukaan. Sebagian besar intan yang ditemukan di permukaan bahwasanya ialah hasil kiriman dari bawah permukaan oleh letusan gunung api.

Letusan ini dimulai dari perjalanan magma dari mantel, merobek blok batuan mantel yang mengandung intan dan mengantarkannya ke permukaan bumi tanpa mencair. Blok batuan mantel diketahui selaku xenolith. Mereka mengandung intan yang terbentuk pada suhu dan tekanan yang tinggi dari mantel.

Lihat juga tentang: Skala Kekerasan Mohs

Kebanyakan intan dihasilkan dari pertambangan yang berisi batuan xenolith dan sedimen aluvial yang ialah hasil pelapukan blok batuan yang mengandung intan yang telah tertransportasi oleh media air.

 yang terjadi secara alamiah dan terdiri dari unsur karbon Intan Merupakan Mineral, Bukan Batu Permata Ataupun Berlian
Gambar intan, sifat fisik, dan pembentukannya.

Beberapa intan diperkirakan terbentuk dalam keadaan suhu tekanan tinggi dari zona subduksi. Selain itu, intan juga dapat terbentuk dari tumbukan asteroid dengan permukaan bumi (impact asteroid).

Asteroid yang dalam perjalanannya memasuki bumi disebut selaku meteor, jika sudah hingga di permukaan akan membentuk meteorit (kerikil meteor). Batu meteor (meteorit) banyak ditemukan mengandung intan, akan namun hingga saat ini belum ada tambang intan yang berasal dari deposit tersebut.

Baca juga tentang: Manfaat Tembaga

Manfaat / Kegunaan Intan

Sifat fisik dan kimia yang unik dari intan menjadikannya cukup banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Kekerasan, refraksi, dispersi, dan kilau yang tinggi serta keterdapatannya di permukaan, membuat intan menjadi mineral yang bernilai irit dan sangat langka. Kebanyakan harga intan yang telah diolah diputuskan dari kualitasnya seperti warna, cara pemotongan (cut), clarity, dan karat.

Intan banyak dipakai sebagai pemanis (kalung, gelang, cincin, dsb), alat pemotong (gergaji, alat gerinda), dan mata bor (bit) pada beberapa mesin pengeboran. Selain itu intan juga mampu dipakai selaku membran (selaput) epilog pada mesin x-ray, selaput getar pada speaker, konduktivitas mikroelektronik, dan microbearing pada jarum jam tangan.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Skala Kekerasan Mohs Dan Cara Menggunakannya

Apa itu Skala Mohs?

Salah satu cara yang terpenting untuk mengidentifikasi spesimen mineral yaitu dengan melakukan uji/test kekerasan mohs (Mohs Hardness Test). Tes ini dilakukan untuk membandingkan ketahanan mineral kepada goresan oleh 10 mineral rujukan, yang umum kita kenal sebagai Skala Kekerasan Mohs (Mohs Hardness Scale). Sifat fisik mineral berupa nilai kekerasan sungguh tangguh untuk diagnostik pada sebagian besar mineral.

Friedrich Mohs, seorang mineralogist dari Jerman, yang paling pertama menyebarkan skala ini. Ia menentukan 10 mineral yang berlawanan tingkat kekerasannya, dari mineral yang lembut (talk) hingga mineral yang sangat keras (intan). Dengan pengecualian pada mineral intan, semua mineral dalam skala mohs relatif lazim, gampang, dan murah ditemukan (lihat disini manfaat intan).

Bagaimana Membuat Perbandingan Kekerasan?

"Kekerasan" yakni resistansi material untuk tidak tergores. Tes ini dilaksanakan dengan menempatkan bab yang tajam dari satu spesimen pada permukaan spesimen lain dan berupaya untuk menciptakan goresan. Berikut ialah empat situasi yang mampu diamati dikala membandingkan kekerasan dua spesimen:
  1. Jika Spesimen A bisa menggores Spesimen B, maka Spesimen A lebih keras dibandingkan dengan Spesimen B.
  2. Jika Spesimen A tidak menggores Spesimen B, maka Spesimen B lebih keras ketimbang Spesimen A.
  3. Jika dua spesimen relatif sama kekerasannya maka kedua spesimen tersebut akan relatif tidak menghasilkan ukiran (mungkin terjadi goresan kecil, atau mungkin kita akan sulit menentukan ada atau tidaknya ukiran yang terjadi).
  4. Jika Spesimen A mampu tergores oleh Spesimen B, namun tidak bisa tergores oleh Spesimen C, maka nilai kekerasan Spesimen A berada diantara kekerasan Spesimen B dan Spesimen C.

Salah satu cara yang paling penting untuk mengidentifikasi spesimen  Skala Kekerasan Mohs dan Cara Menggunakannya
Mineral tumpuan skala mohs dan kekerasan beberapa benda

Tips Melakukan Uji Skala Mohs

Tips melaksanakan uji/test ini ialah dengan mengetahui nilai kekerasan 10 mineral referensi (dimulai dari mineral talk - intan). Jika anda memilih bahwa suatu spesimen memiliki kekerasan Mohs 4 maka Anda mampu dengan segera mendiagnosa spesimen tersebut dari daftar 10 mineral rujukan yang ada.

Praktek dan pengalaman akan meningkatkan kesanggupan Anda saat melaksanakan tes ini. Pada akhirnya Anda akan menjadi lebih cepat dalam mengidentifikasi sebuah spesimen dan dan akan lebih percaya diri.

Perlu diamati disini bahwa jika kekerasan spesimen dimengerti yakni sekitar 5 atau kurang, gesekan yang dihasilkan berasal dari kekuatan tenaga anda yang minimal. Namun, kalau spesimen diketahui memiliki kekerasan sekitar 6 atau lebih besar, maka goresan yang dihasilkan berasal dari kekuatan tenaga anda yang maksimal.

Beberapa orang memakai benda-benda biasa untuk mendapat nilai kekerasan dengan cepat. Misalnya, seorang ahli geologi di lapangan mungkin selalu membawa pisau saku. Pisau mampu dipakai untuk uji kekerasan cepat untuk memilih apakah spesimen lebih keras atau lebih lembut dari nilai 5-6,5 Skala Mohs (pisau tersusun atas baja dengan rata-rata nilai kekerasannya berada pada 5-6,5 Skala Mohs).

Sebelum menggunakan benda-benda umum sebagai alat pengujian cepat, sangat direkomendasikan untuk mengkonfirmasi nilai kekerasan benda tersebut. Sebagai acuan, beberapa pisau tersusun atas baja yang lebih keras.

Benda-benda biasa disekitar kita juga mampu berguna kalau Anda tidak memiliki satu set mineral tumpuan. Sangat dianjurkan menggunakan kuarsa, alasannya adalah kuarsa yakni mineral yang paling sering ditemui di lapangan.

Berbagai Jenis Uji Kekerasan

Tes kekerasan yang dikembangkan oleh Friedrich Mohs merupakan pengujian pertama di dunia untuk menganggap ketahan material/materi dalam menggores dan digores. Ini yakni uji perbandingan yang sungguh sederhana dan mungkin karena kesederhanaannya itu telah membuatnya menjadi tes kekerasan yang paling banyak dipakai orang.

Karena Skala Mohs dikembangkan pada tahun 1812, banyak tes kekerasan yang berbeda sudah diciptakan setelahnya. Ini tergolong tes kekerasan oleh Brinell, Knoop, Rockwell, Shore dan Vickers. Setiap pengujiannya menggunakan "indentor" kecil yang diterapkan pada spesimen yang diuji.

Tes terbaru tersebut mengukur/menghitung kedalaman tabrakan, lekukan, dan jumlah gaya yang digunakan untuk bisa menciptakan sebuah nilai kekerasan dari spesimen yang di uji. Karena masing-masing tes ini memakai alat dan perhitungan yang berlawanan, maka aneka macam jenis pengujian tersebut tidak bisa pribadi dibandingkan satu dengan yang yang lain.

Jadi, jikalau uji kekerasan "Knoop" yang dilaksanakan maka nilai kekerasannya akan dilaporkan sebagai "Kekerasan Knoop". Untuk argumentasi seperti di atas, maka hasil uji kekerasan Mohs juga mesti dilaporkan selaku "Kekerasan Mohs", misalnya ditulis nilai kekerasan dolomit adalah 3,5 - 4 Skala Mohs.

Update Data: Januari 2021

Sumber https://www.geologinesia.com/

Kamis, 21 Januari 2021

Mineral Biotit Dan Manfaatnya

Pengertian Mineral Biotit

Mineral biotit adalah nama yang digunakan untuk golongan besar mineral mika hitam yang lazimnya didapatkan pada jenis batuan metamorf dan batuan beku. Mineral kelompok mika sangat beraneka ragam komposisi kimianya, namun sifat fisiknya sungguh mirip yakni bahwa semua mineral mika membentuk lembaran silikat. Umumnya, komposisi kimia biotit adalah : K (Mg, Fe)2-3 Al1-2 Si2-3 O10 (OH,F)2.

Nama "biotit" lazimnya dipakai di lapangan alasannya golongan mineral mika hitam (annite, siderophyllite, fluorophlogopite, eastonite, dan sebagainya) umumnya tidak dapat dibedakan tanpa pengamatan optik, kimia, ataupun x-ray analisis. Biotit ialah mineral utama yang didapatkan dalam aneka macam batuan beku mirip batuan diorit, granit, gabro, peridotit dan pegmatit.


Biotit juga mampu terbentuk pada kondisi metamorfik ketika watu lempung terkena panas dan tekanan hingga membentuk sekis dan gneiss. Meskipun biotit sangat tidak tahan terhadap pelapukan dan mampu berubah menjadi mineral lempung, namun kadang-kadang biotit masih dapat ditemukan dalam material sedimen dan batu pasir.

Sifat-sifat Fisik Mineral Biotit

 nama yang digunakan untuk kelompok besar mineral mika hitam yang biasanya ditemukan pada  MINERAL BIOTIT DAN KEGUNAANNYA
Kenampakan mineral biotit dan sifat fisiknya.
Biotit sungguh gampang untuk diidentifikasi, dan dengan sedikit pengalaman seseorang akan dapat mengenalinya secara visual. Biotit ialah mika hitam dengan cuilan yang tepat dan kilap vitreous. Ketika biotit dipisahkan menjadi lembaran tipis, lembaran tersebut bantu-membantu bersifat fleksibel, tetapi kalau dilenturkan lebih kuat lagi maka lembaran tersebut akan patah.

Baca juga : Mineral Feldspar

Lembaran biotit jika disinari maka akan tembus cahaya dan menghasilkan pendaran berwarna coklat, abu-debu atau kehijauan. Geologist yang terlatih kadang kala mampu mengenali phlogopit dengan warna coklatnya. Sifat fisik biotit secara lengkap mampu dilihat pada gambar diatas.

Macam-macam Jenis Mineral Biotit

Seperti disebutkan di atas, biotit yakni nama yang dipakai untuk sejumlah mineral mika hitam yang memiliki komposisi kimia yang berbeda namun sifat fisik sungguh mirip. Mineral ini umumnya tidak mampu dibedakan dari satu sama lain tanpa evaluasi laboratorium. Untuk mampu menyaksikan macam-macam jenis mineral biotit beserta komposisi kimianya, perhatikan pada gambar dibawah ini.

 nama yang digunakan untuk kelompok besar mineral mika hitam yang biasanya ditemukan pada  MINERAL BIOTIT DAN KEGUNAANNYA
Macam-macam jenis biotit beserta komposisi kimianya.

Kegunaan Mineral Biotit

Mineral biotit berguna secara komersial mirip mampu digunakan sebagai pengisi dan "extender" dalam cat, sebagai aditif untuk lumpur pengeboran, sebagai pengisi inert dan media cetakan, dan sebagai lapisan permukaan pada industri aspal. Biotit juga digunakan dalam potassium-argon dan tata cara-tata cara argon pada dating batuan beku.

Biotit sering memperdaya para pendulang emas, baik itu yang terlatih sekalipun. Serpihan kecil biotit dalam dulang dapat menghasilkan refleksi berwarna perunggu terang jika terkena sinar matahari. Refleksi ini dapat menipu pendulang dengan berpikir bahwa beliau telah mendapatkan emas.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Selasa, 19 Januari 2021

Logam Tanah Jarang Dan Manfaatnya

Pengertian Logam Tanah Jarang (Rare Earth Elements)

Kita sering dibingungkan dengan adanya dua ungkapan "Logam Tanah Jarang" ataukah "Unsur Tanah Jarang". Sebenarnya kedua ungkapan tersebut yakni sama, sebab unsur-komponen tanah jarang seluruhnya adalah logam, sehingga golongan ini sering disebut juga sebagai "logam tanah jarang".

Logam-logam ini memiliki sifat yang mirip dan sering ditemukan tolong-menolong dalam sebuah deposit geologi. Bahkan seringkali mereka juga disebut "oksida tanah jarang" sebab pada umumnya dari mereka dijual sebagai senyawa oksida.


Unsur atau logam tanah jarang yaitu suatu kelompok yang berisikan 17 komponen kimia yang terdapat bersama-sama dalam suatu tata cara tabel periodik (lihat gambar di bawah). Kelompok ini berisikan yttrium dan 15 komponen lantanida (lanthanum, cerium, praseodymium, neodymium, promethium, samarium, europium, gadolinium, terbium, dysprosium, holmium, erbium, thulium, ytterbium, dan lutetium).

Baca juga tentang: Apa itu Titanium

Kadang-kadang skandium juga masih masuk selaku kelompok logam tanah jarang, karena sering ditemukan bahu-membahu dalam suatu deposit. "International Union of Pure" dan "Applied Chemistry" telah memasukan skandium selaku logam tanah jarang.

Kita sering dibingungkan dengan adanya dua istilah  Logam Tanah Jarang dan Kegunaannya
Tabel periodik bagian (atas) dan macam-macam logam tanah jarang (bawah).

Logam Tanah Jarang (REE) sering dibagi lagi menjadi 2 pembagian terstruktur mengenai yakni: Logam Tanah Jarang Berat (Heavy Rare Earths) dan Logam Tanah Jarang Ringan (Light Rare Earths).

Lanthanum, cerium, praseodymium, neodymium, promethium dan samarium masuk dalam kelompok "Logam Tanah Jarang Ringan". Sedangkan Yttrium, europium, gadolinium, terbium, dysprosium, holmium, erbium, thulium, ytterbium, dan lutetium merupakan "Logam Tanah Jarang Berat".


Meskipun bahu-membahu yttrium lebih ringan dari "Logam Tanah Jarang Ringan", tetapi ia tetap masuk dalam kelompok "Logam Tanah Jarang Berat" sebab kesamaan perkumpulan kimia dan sifat fisiknya.

Lihat juga ihwal: Sifat Logam

Apakah Logam ini sungguh-sungguh Langka?

Logam Tanah Jarang bahu-membahu tidak "jarang/langka" sebagaimana tersirat dalam namanya. Misalnya, thulium dan lutetium adalah dua jenis logam tanah jarang yang paling melimpah.

Mereka memiliki kelimpahan dipermukaan rata-rata yang nyaris 200 kali lebih besar dari kelimpahan emas dipermukaan. Namun, logam ini sungguh susah untuk di tambang, karena mereka jarang didapatkan dalam fokus yang cukup tinggi untuk mampu di ekstraksi secara irit.

Sedangkan cerium, yttrium, lantanum, dan neodymium, mereka mempunyai kelimpahan rata-rata yang mirip dengan logam industri seperti timah, kromium, nikel, seng, molibdenum, dan tungsten. Tetapi tetap saja mereka jarang ditemukan dalam konsentrasi yang cukup untuk mampu diekstrak.

Baca juga wacana: Pengertian ICP

Kegunaan Logam Tanah Jarang

Logam tanah jarang dan paduannya dipakai di banyak perangkat mirip memori komputer, DVD, baterai isi ulang, ponsel, catalytic converter, magnet, lampu neon, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selama 20 tahun terakhir, sudah terjadi ledakan usul yang memerlukan logam tanah jarang. 20 tahun yang lalu, orang sungguh sedikit memakai ponsel, tetapi dikala ini jumlah tersebut telah meningkat menjadi lebih dari 7 miliar penggunaan ponsel. Begitupula penggunaan komputer, saat ini sudah meningkat nyaris sama secepat ponsel.

Banyak Baterai isi ulang yang dibentuk dengan senyawa tanah jarang. Permintaan untuk baterai didorong oleh usul atas perangkat elektro portabel seperti komputer portabel dan kamera. Sejumlah senyawa tanah jarang juga berada didalam baterai yang digunakan selaku daya pada setiap kendaraan listrik dan kendaraan listrik bibit unggul.

Logam tanah jarang juga dapat digunakan selaku katalis, fosfor, dan senyawa "polishing". Ini digunakan untuk pengendalian polusi udara dan penerang layar pada perangkat elektronika.

Semua produk ini diperkirakan akan mengalami peningkatan usul. Beberapa komponen lain mungkin mampu mengambil alih penggunaan logam tanah jarang, tetapi bagian pengganti tersebut lazimnya kurang efektif dan harganya mahal.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Minggu, 17 Januari 2021

Mineral Kuarsa (Quartz) Dan Kegunaannya

Apa itu Kuarsa?

Kuarsa yaitu senyawa kimia yang berisikan satu bagian silikon dan dua bagian oksigen atau biasa disebut silikon dioksida (SiO2). Kuarsa merupakan mineral yang paling berlimpah ditemukan di permukaan bumi dan sifatnya yang unik mampu menjadikannya menjadi salah satu mineral yang paling berkhasiat.

Kuarsa terdiri dari banyak varietas (jenis), yang terutama berisikan silika, atau silikon dioksida (SiO2). Sejumlah unsur pengotor dalam jumlah kecil seperti litium, natrium, kalium, dan titanium lazimnya hadir menyertainya. Kuarsa sudah menjadi pusat perhatian semenjak zaman dahulu, dimana bentuknya pada permulaan ditemukan berbentukkristal jernih yang disebut oleh orang Yunani antik selaku "krystallos". Karena itu nama kristal atau yang lebih biasa watu kristal, disematkan sebagai salah satu varietas kuarsa. Nama "Quartz" (Kuarsa) ialah sebuah kata Jerman kuno yang pertama kali dipakai oleh Georgius Agricola pada 1530.


Kuarsa memiliki nilai ekonomis yang cukup besar. Banyak varietas watu permata tersusun atas mineral kuarsa, seperti amethyst (watu kecubung), citrine, smoky quartz, dan rose quartz. Batu pasir pun yang biasa kita gunakan sebagai bahan bangunan terdiri atas mineral kuarsa. Sejumlah besar pasir kuarsa (juga dikenal selaku pasir silika) dipakai dalam pembuatan gelas dan keramik dan untuk cetakan dalam pengecoran logam.

Kuarsa cenderung banyak terfokus di batupasir dan batuan detrital yang lain. Pada batuan sedimen, kuarsa sekunder sering berfungsi selaku semen yang mengikat butiran detrital. Kuarsa dalam varietasnya selaku silika mikrokristalin diketahui selaku kerikil rijang, agate, dan jasper terdiri dari jaringan kuarsa yang halus.

(Lihat juga manfaat tembaga)

Kuarsa adalah senyawa kimia yang terdiri dari satu bagian silikon dan dua bagian oksigen a Mineral Kuarsa (Quartz) dan Kegunaannya
Gambar mineral kuarsa dan sifat fisiknya.

Dimana Kuarsa Dapat Ditemukan?

Kuarsa yakni mineral yang terdistribusi secara luas di permukaan bumi dan ialah mineral paling melimpah ke-2 di kerak bumi sehabis feldspar, alasannya mineral ini hampir senantiasa ada pada semua jenis batuan. Mineral ini dapat terbentuk pada semua suhu pembentukan mineral. Kuarsa banyak ditemukan di batuan metamorf, batuan beku, dan batuan sedimen. Mineral ini ialah mineral utama dalam batuan felsik yang kaya silika seperti granit, granodiorit, dan riolit.

Kuarsa sangat tahan terhadap pelapukan mekanik dan kimia. Daya tahan inilah yang membuat mineral ini banyak ditemukan di puncak gunung, pantai, sungai, dan gurun pasir. Kuarsa mampu hadir dimana-mana, berlimpah dan resisten. Tambang deposit kuarsa banyak didapatkan di seluruh dunia.

Kegunaan Kuarsa

Kuarsa ialah salah satu materi alami yang paling berguna. Kegunaannya selalu dihubungkan dengan sifat fisik dan kimianya. Mineral kuarsa mempunyai kekerasan 7 pada skala mohs yang menjadikannya sungguh resisten. Hal ini disebabkan alasannya adalah ikatan struktur kimianya yang dapat berhubungan dengan berbagai macam komponen.

Kursa memiliki sifat listrik dan tahan panas yang menjadikannya berguna dalam produk elektro. Kuarsa sering memiliki warna yang berkilau dan "diaphaneity", membuatnya berguna sebagai kerikil permata dan juga materi pembuatan beling.

Kristal kuarsa dapat dipakai untuk tujuan khusus. Kristal kuarsa yang berkualitas tinggi yakni silika kristal tunggal dengan sifat optik ataupun elektro. Para mahir memperkirakan ada sekitar sepuluh miliar kristal kuarsa dipakai setiap tahun.

Kristal kuarsa mampu dimanfaatkan selaku bahan pembuatan filter, kendali frekuensi, timer, sirkuit elektronik yang menjadi unsur penting dalam ponsel, jam tangan, receiver televisi, komputer, alat navigasi, lensa, penutup laser, dan berbagai macam perangkat khusus yang lain.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Minggu, 10 Januari 2021

Mengenal Galena Dan Kegunaannya

Pengertian dan Deskripsi Galena

Galena ialah mineral timbal sulfida dengan komposisi kimia PbS. Galena ialah bijih utama timbal (timah hitam) dan ditambang dari sejumlah besar deposit di banyak negara. Galena banyak ditemukan dalam batuan beku dan metamorf.

Pada batuan sedimen, galena dapat terbentuk selaku urat, semen breksi, butiran-butiran yang terisolasi, dan selaku mineral replacment pada watu kapur dan dolostone. Kebanyakan orang sering menyebut mineral ini sebagai batu galena. Padahal sebenarnya galena adalah suatu mineral.

Baca juga: Apa itu Kuarsa


Galena sungguh gampang untuk diidentifikasi. Mineral Galena memperlihatkan kepingan yang tepat dalam tiga arah yang bersinggungan 90 derajat. Galena mempunyai warna perak, kilap logam cerah, mempunyai berat jenis tinggi (7,4-7,6).

Galena cukup lembut dengan kekerasan 2,5+ Skala Mohs dan mempunyai cerat berwarna bubuk-bubuk hingga hitam. Kristal galena kebanyakan berbentuk kubus ataupun oktahedron.

Galena adalah mineral timbal sulfida dengan komposisi kimia PbS Mengenal Galena dan Kegunaannya
Gambar mineral galena dan deskripsinya.

Argentiferous Galena (Bijih Silver)

Ciri khas galena ialah mengandung sekitar 86,6% timbal dan 13,4% belerang. Namun, ada beberapa jenis dari galena mengandung perak sampai beberapa persen (by weight). Galena yang mengandung perak disebut selaku "Argentiferous Galena".

Dalam struktur atom galena, perak dapat menggantikan timbal, atau juga dapat berasal dari butiran-butiran halus mineral perak yang masuk dalam galena.

Baca juga: Kegunaan Titanium


Perak sering bersifat "pengganggu" dalam struktur kristal galena, sehingga sering menimbulkan galena memiliki kenampakan belahan yang melengkung. Identifikasi serpihan tersebut dapat menjadi pengetahuan penting ketika melaksanakan eksplorasi mineral ini.

Selain perak, galena dapat mengandung sejumlah kecil antimon, arsenik, bismuth, kadmium, tembaga dan seng. Kadang-kadang selenium hadir menggantikan belerang (sulfur) yang ada dalam galena.

Galena sangat mudah lapuk dan jika lapuk, galena akan berubah warna dari kilau perak metalik ke warna debu-abu kusam atau hitam kusam. Ketika terkubur di dalam tanah, galena akan cepat lapuk membentuk anglesite, cerusite, pyromorphite atau mineral pembawa timah lainnya. Mineral-mineral inilah yang sering dijadikan penunjukdi permukaan untuk mengungkap eksistensi galena dibawahnya.

Kegunaan Galena

Galena yakni mineral yang sungguh penting alasannya adalah berfungsi sebagai bijih untuk sebagian besar buatan timbal di dunia. Galena juga ialah bijih yang signifikan dari perak. Kegunaan timbal terpenting ketika ini yakni dalam baterai timbal. Sebuah baterai khusus mengandung sekitar 20 pon timbal dan harus diganti setiap empat atau lima tahun.

Baterai timbal juga digunakan sebagai sumber pasokan listrik darurat untuk jaringan komputer, akomodasi komunikasi, dan metode penting yang lain. Timbal juga ialah salah satu logam yang digunakan dalam metode penyimpanan energi yang terkait dengan pembangkit listrik dan kendaraan hybrid.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Jumat, 08 Januari 2021

Mineral Ilmenit ; Genesa, Komposisi Kimia, Sifat Fisik, Dan Manfaatnya

Apa itu Mineral Ilmenit ?

Ilmenit adalah mineral aksesoris yang biasanya berada didalam batuan beku, batuan sedimen, dan material sedimen. Ilmenit ialah bijih utama dari titanium, yang mana titanium yakni salah satu logam yang diharapkan untuk menciptakan aneka macam paduan tampilan tinggi.

Sebagian besar ilmenit yang ditambang di seluruh dunia dipakai untuk menciptakan titanium dioksida (TiO2), pigmen, kapur putih, dan polishing abrasif. Ilmenit yakni besi hitam-titanium oksida dengan rumus kimia FeTiO3.


Genesa Ilmenit

Sebagian besar ilmenit terbentuk selama pendinginan lambat pada dapur magma dan terkonsentrasi lewat proses segregasi magmatik. Kristal ilmenit mulai terbentuk pada suhu tertentu, dan kristal ilmenit lebih berat daripada cairan disekitarnya sehingga dapat tenggelam ke dasar dapur magma.

Hal ini menyebabkan suhu pembentukan ilmenit mirip dengan suhu pembentukan mineral lainnya, seperti magnetit, yang juga menumpuk di lapisan bawah dapur magma. Batu gabro, norite, atau anorthosite ialah batuan yang sering membawa ilmenit (ilmenite bearing). Ilmenit juga kerap kali mengkristal dalam vein serta rongga, dan adakala dalam bentuk kristal besar di pegmatit.

Ilmenit memiliki resistensi yang tinggi terhadap pelapukan. Ketika batuan yang mengandung ilmenit mengalami pelapukan, butiran ilmenit akan terlepas dan bergabung dengan material sedimen lainnya. Berat jenis yang tinggi dari butirannya ini menimbulkan ilemenit dapat memisahkan diri selama proses transportasi, dan pada kesannya terakumulasi sebagai "pasir mineral berat" (Heavy minerals sand).

Pasir ilmenit berwarna hitam dan sangat mudah diketahui oleh mahir geologi. Prospeksi kepada pasir hitam (black sand) sering dijadikan sistem untuk mendapatkan deposit placer mineral berat. Ilmenit pada umumnya ditambang (ekstraksi) secara komersial dengan menggali atau menggeruk pasir tersebut, yang lalu disegregasi (dipisahkan) dari butiran mineral berat lainnya.


Komposisi Kimia dan Sifat Fisik Ilmenit

Ilmenit adalah mineral aksesoris yang umumnya berada didalam batuan beku MINERAL ILMENIT ; Genesa, Komposisi Kimia, Sifat Fisik, dan Kegunaannya
Kenampakan Ilmenit dan Sifat Fisiknya.
Komposisi kimia yang ideal untuk ilmenit yaitu FeTiO3. Namun, kadang-kadang komposisi kimia ilmenit banyak mengandung sejumlah variabel magnesium atau mangan. Unsur-bagian tersebut dapat menggantikan besi dalam bentuk larutan padat.

Serangkaian seri larutan padat yang pertama berada diantara ilmenit (FeTiO3) dan geikielite (MgTiO3). Dalam seri ini, sejumlah variabel pengganti besi berupa magnesium berada dalam struktur kristal mineral ini.

Larutan padat yang ke-2 berada diantara ilmenite dan pyrophanite (MnTiO3), dengan variabel pengganti besi berupa mangan. Sedangkan pada suhu yang tinggi, seri larutan padat ke-3 berada diantara ilmenite dan hematit (Fe2O3).

Ilmenit yaitu mineral hitam dengan kilap sublogam (sub metallic) sampai kilap logam. Dengan hanya sekilas melihat kilapnya, mineral ini sungguh seperti dengan hematit dan magnetit. Akan tetapi hal ini dapat dibedakan dimana hematit memiliki cerat berwarna merah, sedangkan ilmenit memiliki cerat berwarna hitam.

Selain itu, kita juga dapat membedakannya dimana mineral magnetit sungguh bersifat magnetik, sementara ilmenit non-magnetik. Terkadang ilmenit didapatkan bersifat sub-magnetik (magnetik lemah), ini dimungkinkan alasannya adalah adanya sejumlah kecil mineral magnetit yang menempel pada ilmenit.

Kegunaan Ilmenit

Ilmenit ialah bijih utama logam titanium. Sejumlah kecil titanium dipadukan dengan logam tertentu akan menciptakan paduan logam yang tahan lama, berkekuatan tinggi, serta ringan. Paduan ini dipakai untuk memproduksi berbagai bahan baku dan alat-alat yang berkinerja tinggi. Contohnya bab-bagian pesawat, sambungan sendi produksi (artificial joint) bagi insan, dan perlengkapan olahraga seperti rangka sepeda.

Baca juga: Manfaat Tembaga

Sekitar 5% dari ilmenit yang ditambang digunakan untuk menghasilkan logam titanium. Selain itu, beberapa ilmenit juga dipakai untuk membuat rutil sintetis dan titanium dioksida yang nantinya digunakan untuk menciptakan kapur putih dan pigmen yang sungguh reflektif.

Pigmen yang dihasilkan dari titanium dioksida ini berwarna putih dan banyak digunakan untuk menciptakan suatu bahan menjadi cerah (mengkilap) seperti cat, kertas, lem, plastik, pasta gigi, dan bahkan makanan. Titanium dioksida juga digunakan untuk membuat abu dengan berbagai ukuran partikel. Bubuk ini berikutnya dipakai untuk membuat materi abrasive polishing.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Sabtu, 02 Januari 2021

Mineral Magnetit: Pengertian, Sifat Fisik, Dan Kegunaannya

Pengertian Magnetit

Magnetit yaitu mineral oksida besi dengan rumus kimia Fe3O4 dan banyak ditemukan dalam batuan beku, metamorf, dan batuan sedimen. Magnetit merupakan bijih besi yang paling kerap ditambang. Magnetit juga ialah mineral dengan kandungan besi tertinggi (72,4%).

Deskripsi Mineral Magnetit

Magnetit sungguh mudah untuk diidentifikasi, karena mineral ini merupakan salah satu dari hanya beberapa mineral yang kepincut pada magnet. Sifat fisik mineral ini ialah berwarna hitam, buram, kilap submetallic-metalik, bentuk kristal oktahedral, dan mempunyai nilai kekerasan Mohs antara 5 - 6,5.


Mineral ini juga sering ditemukan dalam bentuk kristal isometrik. Perlu dikenali bahwa di alam, magnetit merupakan mineral yang paling kuat sifat magnetiknya.

Magnetit adalah mineral oksida besi dengan rumus kimia Fe Mineral Magnetit: Pengertian, Sifat Fisik, dan Kegunaannya
Sifat fisik dan bentuk mineral magnetit.

Magnetit selaku Batu Magnet (Loadstone)

Normalnya, magnetit akan kesengsem pada magnet, tetapi berbagai macam "automagnetized" memiliki kesanggupan untuk mempesona bagian-cuilan kecil besi, serpihan-penggalan kecil magnetit, dan benda-benda magnetik yang lain. Bentuk biasa magnetit sering dikenal sebagai "batu magnet" (loadstone) merupakan penemuan pertama insan dengan magnet.

Batu magnet mudah diidentifikasi alasannya adalah biasanya ditutupi dengan partikel kecil magnetit dan mineral magnetik lainnya (lihat gambar). Potongan watu magnet sebagai kompas magnetik pertama kali dipakai di Cina pada awal 300 SM. Dalam kompas tersebut sepotong kerikil magnet akan mengikuti keadaan dengan medan magnet bumi.


Kegunaan Magnetit selaku Bijih Utama Besi

Saat ini, sebagian besar bijih besi ditambang dari batuan sedimen banded yang diketahui sebagai taconite, berisi campuran magnetit, hematit, dan rijang. Taconites yang bernilai komersial dikala ini mengandung berat 25% - 30% besi.

Bijih taconite dalam bentuk tanah sampai debu halus, dan magnet yang besar lengan berkuasa dipakai untuk memisahkan partikel magnetis yang mengandung mineral magnetit dan hematit dari rijang tersebut.

Konsentrat yang terambil lalu diaduk dengan batu kapur dan tanah liat, kemudian di "rolled" menjadi pelet bundar kecil. Bentuk berupa pelet ini mudah untuk di angkut dengan kapal, kereta api, ataupun truk. Mereka mampu pribadi dimuat ke dalam "blast furnace" di pabrik dan dipakai untuk menghasilkan besi atau baja.

Magnetit dan Medan Magnet Bumi

Kristal kecil dari magnetit sering hadir dalam banyak batuan. Dalam proses kristalisasi pada batuan beku, bentuk magnetit berupa kristal kecil akan mencair, dan karena mereka bersifat magnetik sehingga mereka akan beradaptasi dengan arah dan polaritas medan magnet bumi. Mineral magnetit akan menjaga orientasi medan magnet bumi dalam batuan pada ketika proses kristalisasi terjadi.

Saat ini, andal geologi dapat mempelajari sifat magnetik batuan dari aneka macam umur dan merekonstruksi sejarah pergeseran medan magnet bumi hanya dari orientasi mineral magnetit. Sifat ini juga dapat dipakai untuk mempelajari pergerakan benua dari waktu ke waktu.

Orientasi serupa dari butiran kecil magnetit terjadi juga pada pengendapan partikel sedimen, dan dapat digunakan sebagai petunjuk sejarah magnet bumi pada beberapa macam batuan sedimen.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Mineral Hematit: Pengertian, Kegunaan, Dan Proses Terbentuknya

Pengertian Hematit

Hematit yaitu salah satu mineral yang paling melimpah di permukaan bumi maupun di kerak bumi yang dangkal. Hematit merupakan oksida besi dengan komposisi kimia Fe2O3. Mineral ini ialah mineral pembentuk batuan yang lazimnya ditemukan pada batuan sedimen, metamorf, dan batuan beku.

Hematit merupakan bijih yang cukup penting untuk menghasilkan besi. Kebanyakan bijih hematit diproduksi di Cina, Australia, Brazil, India, Rusia, Ukraina, Afrika Selatan, Kanada, Venezuela, dan Amerika Serikat.


Hematit mempunyai banyak sekali macam kegunaan, namun dari segi nilai ekonomis, hanya sedikit hematit yang dipakai selaku bijih utama dari besi. Hematit lebih banyak dipakai untuk menciptakan pigmen, bahan pelindung radiasi, ballast, dan masih banyak produk-produk lainnya.

Sifat Fisik Hematit

Hematit mempunyai kenampakan yang sangat variabel. Kilapnya mampu berkisar dari submetallic hingga metallic dengan tata cara kristal trigonal. Rentang warna hematit berada pada merah hingga coklat dan hitam sampai bubuk-debu perak. Mineral ini hadir dalam berbagai bentuk yang meliputi lembaran, padat, kristal, botryoidal, berserat, oolitic, dan lain sebagainya.

Meskipun hematit mempunyai kenampakan yang sangat variabel, mineral ini akan selalu menghasilkan cerat kemerahan. Cerat yang berwarna kemerahan inilah selaku isyarat penting untuk mengidentifikasi hematit.


Hematit tidak bersifat magnetik dan tidak senantiasa kepincut oleh magnet. Namun, banyak jenis dari hematit yang mengandung mineral magnetit sehingga mereka mampu terpesona oleh magnet. Hal ini dapat menimbulkan asumsi yang salah bahwa mineral magnetit atau pirhotit yakni lemah magnetik. kita harus menilik sifat-sifat lainnya untuk menciptakan identifikasi yang tepat.

Jika kita menyelidiki suatu spesimen yang lemah sifat magnetiknya serta ceratnya berwarna kemerahan maka identifikasi spesimen tersebut selaku magnetit atau pirhotit akan disingkirkan atau dengan kata lain spesimen tersebut yakni hematit.

Sebaliknya, kalau sebuah spesimen yang bersifat magnetik dan memiliki cerat kemerahan, maka kemungkinan besar spesimen tersebut ialah kombinasi mineral hematit dan mineral magnetit.

Komposisi Hematit

Hematit murni memiliki komposisi berat sekitar 70% besi dan 30% oksigen. Sama mirip material alami yang lain, hematit jarang didapatkan dengan komposisi yang murni. Hal ini khususnya berlaku pada deposit sedimen dimana hematit terbentuk secara anorganik atau akhir pesipitasi biologis dalam badan air.

Sedimentasi klastik mampu memasukkan mineral lempung kedalam oksida besi. Sedimentasi episodik dapat menyebabkan deposit yang bentuknya seperti "bands oksida besi" dan serpih.

Silika dalam bentuk jasper, rijang, atau kalsedon dapat masuk lewat proses kimia, klastik, atau proses biologis dalam jumlah kecil. Deposit hematit yang berlapis dan menyerpih atau perpaduan lapisan hematit dan silika diketahui selaku "banded iron formations" (lihat gambar).

Hematit adalah salah satu mineral yang paling melimpah di permukaan bumi maupun di kerak b Mineral Hematit: Pengertian, Kegunaan, dan Proses Terbentuknya
Sifat fisik dan kenampakan hematit.

Proses Terbentuknya Hematit

Hematit banyak ditemukan selaku mineral primer dan selaku produk alterasi dalam batuan beku, metamorf, dan batuan sedimen. Mineral ini dapat mengkristal selama proses diferensiasi magma atau presipitasi dari cairan hidrotermal yang bergerak lewat massa batuan. Hematit juga dapat terbentuk selama proses metamorfosis kontak saat magma panas bereaksi dengan batuan yang ada disampingnya.

Deposit hematit yang paling penting terbentuk dalam lingkungan sedimen. Sekitar 2,4 miliar tahun yang kemudian, lautan kita banyak mengandung zat besi terlarut, namun sangat sedikit mengandung oksigen bebas. Kemudian sekelompok cyanobacteria bisa melaksanakan fotosintesis.

Bakteri tersebut menggunakan sinar matahari selaku sumber energi untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi karbohidrat, oksigen, dan air. Reaksi ini menghasilkan oksigen bebas pertama di lingkungan laut.

Selanjutnya, oksigen bebas tersebut secepatnya berikatan dengan besi dan membentuk hematit yang tenggelam ke dasar bahari dan pada risikonya menjadi unit batuan yang kita kenal sekarang sebagai "banded iron formations".

Proses deposisi berlangsung selama ratusan juta tahun, mulai dari sekitar 2,4 hingga 1,8 juta tahun yang kemudian. Hal ini memungkinkan pembentukan deposit besi yang tebalnya meraih ratusan hingga ribuan kaki dengan pelamparan lateralnya meraih ratusan sampai ribuan mil persegi.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Kamis, 31 Desember 2020

Mineral Olivin: Pengertian, Genesa, Deskripsi Dan Kegunaannya

Pengertian Mineral Olivin ?

Olivin yaitu nama dari sekelompok mineral pembentuk batuan yang banyak didapatkan dalam batuan beku mafik dan ultramafik mirip basalt, gabro, dunit, diabas, dan peridotit. Olivin umumnya berwarna hijau dan rumus kimia olivin berkisar antara Mg2SiO4 dan Fe2SiO4.

Banyak orang yang bersahabat dengan mineral ini, alasannya mineral olivin yakni mineral yang banyak menyusun gamestone (akik) hijau yang sangat terkenal, yang kita kenal selaku peridotit. Perlu dikenali bahwa olivin tergolong dalam kalangan mineral silikat.


Genesa Olivin

Kebanyakan mineral olivin ditemukan di permukaan bumi, pada batuan beku yang berwarna gelap. Mineral ini biasanya mengkristal serempak dengan plagioklas dan piroksen untuk membentuk watu gabro ataupun basalt.

Kedua jenis batuan tersebut merupakan batuan yang paling umum pada batas lempeng divergen dan pada pusat hotspot lempeng tektonik. Olivin memiliki suhu kristalisasi yang tinggi dibandingkan dengan mineral yang lain.

Olivin merupakan mineral pertama yang mengkristal dari magma. Kristal olivin terbentuk selama proses pendinginan magma yang lambat dan kemudian mengendap dibagian bawah dapur magma alasannya adalah densitasnya yang relatif tinggi. Akumulasi olivin ini dapat menyebabkan pembentukan batuan mirip dunit yang berada dibagian bawah dapur magma.

Kristal mineral olivin juga mampu terbentuk selama proses metamorfosis batu kapur dolomit. Dolomit memberikan kontribusi magnesium, sedangkan silikanya diperoleh dari kuarsa dan mineral pengotor lainnya dalam watu kapur tersebut.

Olivin juga yaitu mineral yang gampang terubah (teralterasi) oleh proses pelapukan. Karena begitu mudah terubah, olivin bukan mineral yang biasa dalam batuan sedimen namun cuma ialah penyerta pada beberapa deposit pasir ataupun sedimen saat tertransportasi sungguh dekat dengan batuan induk yang banyak mengandung olivin.


Komposisi Kimia Olivin

Olivin ialah nama yang diberikan untuk sekelompok mineral silikat yang mempunyai komposisi kimia umum (A)2SiO4. Berdasarkan komposisi umumnya tersebut, "A" biasanya merupakan Mg atau Fe, namun dalam kondisi tertentu "A" dapat tersubsitusi oleh Ca, Mn, ataupun Ni.

Komposisi kimia yang paling umum dari mineral olivin sebetulnya berada di antara forsterit murni (Mg2SiO4) dan fayalit murni (Fe2SiO4). Dalam seri itu, Mg dan Fe dapat bebas saling mengambil alih dalam sebuah struktur atom mineral, dalam rasio apapun.

Jenis kombinasi komposisi ini terus terjadi sehingga menciptakan "larutan padat" dan diwakili dalam rumus kimia sebagai (Mg,Fe)2SiO4. Sebenarnya, nama "olivine" digunakan selaku pengganti "forsterit" atau "fayalit" alasannya dibutuhkan analisis kimia atau pengujian rinci untuk mengidentifikasi kedua jenis mineral tersebut.

Nama "olivine" berfungsi selaku cara cepat, mudah, dan murah untuk memberikan nama pada suatu material. Pada gambar dibawah, mampu dilihat kalangan mineral olivin (olivine group) lengkap dengan komposisi kimianya.

Olivin adalah nama dari sekelompok mineral pembentuk batuan yang banyak ditemukan dalam ba Mineral Olivin: Pengertian, Genesa, Deskripsi dan Kegunaannya

Olivin Pada Mantel Bumi

Mineral olivin dianggap sebagai mineral penting dalam mantel bumi. Kesimpulan mengenai keberadaannya sebagai mineral pada mantel bumi ditunjukkan oleh pergeseran sikap gelombang seismik dikala melewati bidang "Moho" (batas antara kerak dan mantel bumi).

Kehadiran olivin di struktur internal bumi juga terkonfirmasi oleh keberadaannya di xenoliths. Xenoliths merupakan bagian (sobekan) mantel bumi bagian atas, yang terbawa ke permukaan oleh magma (letusan gunung berapi). Olivin juga mampu ditemukan melimpah pada bagian bawah ofiolit. Ofiolit merupakan batuan kerak samudera yang terdorong ke atas benua.

Deskripsi Mineral Olivin (Sifat Fisik)

Olivin merupakan mineral yang berwarna hijau, tetapi juga mampu berwarna kuning kehijauan. Olivin adalah mineral yang transparan (tembus cahaya) dengan kilap beling dan kekerasan antara 6,5 ?? sampai 7,0 skala mohs.

Walaupun kebanyakan olivin berwarna hijau, tetapi pada keadaan olivin yang kaya zat besi (fayalites) akan menciptakan warna yang kecoklatan. Sifat-sifat fisik (deskripsi) mineral olivin dirangkum pada gambar dibawah ini.

Kegunaan Olivin

Kebanyakan olivin digunakan dalam proses metalurgi sebagai "slag conditioner". Olivin dengan kandungan magnesium yang tinggi (forsterit) disertakan ke "blast furnace" untuk menetralisir pengotor baja dan untuk membentuk terak. Mineral olivin juga telah banyak digunakan selaku bahan tahan api. Mereka lazimnya dipakai untuk membuat watu bata tahan api dan sebagai "sands cast".
Sumber https://www.geologinesia.com/

Sabtu, 19 Desember 2020

Sejarah Penemuan Logam Tanah Jarang (Ree)

Logam Tanah Jarang (disingkat LTJ) atau terjemahan dari REE (Rare Earth Element) dikenal di dunia sebab penemuan mineral berwarna hitam ytterbit (yang dinamai ulang menjadi gadolinit pada tahun 1800) oleh Letnan Carl Axel Arrhenius pada tahun 1787 di salah satu galian batu di Desa Ytterby, Swedia. Arrhenius menemui Johan Gadolin, profesor di Royal Academy of Turku untuk menganalisis mineral tersebut dan mendapatkan hasil analisis bahwa mineral yang tidak dikenal itu disebut "yttria". Sementara itu, Anders Gustav Ekeberg mengisolasi berrylium dari gadolinit namun gagal untuk mengetahui unsur-bagian lain di dalamnya.

Setelah inovasi mineral dari Bastnas erat Riddarthyttan, Swedia pada 1794, kemudian diuji ulang oleh Jons Jacob Berzelius dan Wilhelm Hisinger, dan alhasil diandalkan bahwa mineral itu ialah senyawa besi-tungsten. Pada tahun 1803 mereka menentukan nama mineral oksida berwarna putih selaku ceria, sama dengan mineral ochroia yang juga didapatkan oleh Martin Heinrich Klaproth. Dengan demikian pada tahun 1803 dikenali dua bagian tanah jarang yttrium dan cerium, meskipun memerlukan waktu 30 tahun lalu para peneliti menentukan bahwa bagian-unsur lainnya terkandung di dalam bijih-bijih ceria dan yttria.

Pada tahun 1839, Carl Gustav Mosander, salah satu tangan kanan Berzelius memisahkan ceria dengan cara memanaskan nitrat dan melarutkannya di dalam asam nitrit. Dia menyebutnya selaku oksida dari larutan garam lanthana. Kemudian dalam waktu lebih dari tiga tahun lanthana dipisahkan menjadi didymia dan lanthana murni. Di tahun 1842, Mosander memisahkan yttria menjadi tiga oksida: yttria murni, terbia, dan erbia. Terbium merupakan garam berwarna merah muda, sedangkan peroksida kuning disebut erbium. Sehingga pada tahun 1842 jumlah unsur tanah jarang yang diidentifikasi berbentukyttrium, cerium, lanthanum, didymium, erbium, dan terbium.

Nills Johan Berlin dan Marc Delafontaine juga mencoba memisahkan bahan mentah yttria dan mendapatkan hal sama dengan yang diputuskan oleh Mosander, namun Berlin (1860) menamai zat garam merah muda itu selaku erbium dan Delafontaine menyebutnya terbium. Kebingungan ini menenteng ke arah beberapa kesalahan penentuan bagian-komponen gres seperti mosandrium yang ditentukan oleh J.Lawrence Smith, atau philippium dan decipium hasil penentuan oleh Delafontaine.

Pada tahun 1879 Delafontaine memakai proses fisika baru spektroskopi dan memperoleh beberapa jalur spektral gres di dalam didymia. Masih di tahun 1879, bagian baru samarium diisolasi dari mineral samarskit oleh Paul Emile Lecoq de Boisbaudran.

Samaria lebih jauh dipisahkan oleh Lecog de Boisbaudran di tahun 1886 dan hasil yang ditentukan dengan cara isolasi pribadi dari samarskit oleh Jean charles Galissard de Marignac. Mereka menamai unsur tersebut godalium setelah Johan Gadolin memisahkannya, dan oksidanya disebut gadolina. Antara tahun 1886 dan 1901, analisis spekstroskopi lebih jauh kepada samaria, yttria, dan smarskit dijalankan oleh William Crookes, Lecoq de Boibaudran, dan Eugene-Anatole Demacay dan menciptakan beberapa jalur spektroskopis baru yang mengindikasikan eksistensi salah satu bagian tak dikenal. Kristalisasi fraksional dari oksida-oksida tersebut kemudian menciptakan europium di tahun 1901.

 dikenal di dunia karena penemuan mineral berwarna hitam ytterbit  Sejarah Penemuan Logam Tanah Jarang (REE)
Periodik komponen dan bagian logam tanah jarang.

Pada tahun 1839 sumber ketiga unsur tanah jarang menjadi tersedia, yang disebut uranotantalum (sekarang disebut samarskit) dan serupa dengan gadolinit. Mineral ini didapatkan dari Miass di bagian Selatan Pegunungan Ural dan didokumentasikan oleh Gustave Rose. Ahli kimia Rusia R.Hamann menganjurkan nama salah satu bagian baru yang disebut ilmenium yang ada di dalam mineral tersebut, namun kemudian yang didapatkan di dalamnya oleh Cristian Wilhelm Blomstard, Galissard de Marignac, dan Heinrich Rose hanya berbentuktantalum dan niobium (columbium).

Pada dikala itu jumlah niscaya dari unsur-unsur tanah jarang sangat tidak terperinci, dan diperkirakan maksimum 25 (duapuluh lima) komponen. Penggunaan spektra X-ray oleh Henry Gwyn Jeffrey Moseley membuat penentuan nomor atom bagian-bagian menjadi memungkinkan. Moseley mendapatkan bahwa jumlah niscaya lanthanida adalah 15 dan bagian ke-61 telah ditemukan. Mengacu pada kenyataan di atas ihwal nomor-nomor atom berdasarkan analisis kristalografi X-ray, Moseley juga memperlihatkan bahwa hafnium (bagian ke-72) bukan bagian tanah jarang. Moseley terbunuh pada Perang Dunia I di tahun 1915, beberapa tahun sebelum hafnium didapatkan. Oleh sebab itu, legalisasi Georges Urbain perihal inovasi unsur ke-72 ialah tidak benar. Hafnium merupakan salah satu unsur yang terletak pribadi di bawah zirkonium dalam tabel periodik, dan hafnium memiliki sifat-sifat kimia dan fisika yang serupa dengan zirkonium.

Selama tahun 1940-an, Frank Spending dan lain-lain di Amerika Serikat (Proyek Manhattan) menggambarkan mekanisme kimiawi berupa pertukaran ion untuk pemisahan dan pemurnian komponen-unsur tanah jarang. Metoda ini diaplikasikan pertama kali terhadap actinida untuk memisahkan plutonium-239 dan neptonium dari uranium, thorium, actinium, dan komponen-komponen tanah jarang actinida yang lain yang dihasilkan dari reaktor-reaktor nuklir.

Sumber-sumber utama komponen-unsur tanah jarang berupa mineral-mineral basnasit, monasit, dan loparit serta lempung-lempung adsorpsi-ion lateritik. Kecuali kelimpahan komponen-unsurnya yang tinggi mineral-mineral tanah jarang lebih sulit ditambang dan diekstraksi dibandingkan dengan sumber-sumber logam transisi (alasannya adalah kesamaan sifat kimianya); menciptakan bagian-unsur tanah jarang relatif berharga mahal. Penggunaannya di bidang industri sangat terbatas hingga teknik-teknik pemisahan yang efisien dikembangkan mirip pertukaran ion (ion exchange), kristalisasi fraksional (fractional cristalization) dan ekstraksi cairan-cairan (liquid-liquid extraction) selama tamat tahun 1950-an dan permulaan tahun 1960-an.
Sumber https://www.geologinesia.com/